Interpelasi Impor Beras Bergulir Kembali di DPR

Interpelasi Impor Beras Bergulir Kembali di DPR

- detikNews
Minggu, 10 Sep 2006 15:36 WIB
Jakarta - Politisi di DPR kembali menggulirkan interpelasi. Kali ini yang dipersoalkan adalah impor beras. Mereka menilai data yang dikeluarkan pemerintah tidak valid."Kita mempertanyakan kebijakan impor beras karena data-data yang disampaikan pemerintah tidak realistis," kata anggota DPR dari PDIP Arya Bima saat dihubungi detikcom, Minggu (10/9/2006).Menurut dia, sejumlah anggota DPR dari PKB, PPP dan PAN sudah meneken surat dukungan interpelasi itu. "Kita sudah edarkan surat dukungan. Tapi sampai sekarang saya belum cek lagi sudah berapa orang yang mendukung. Rencana awalnya pada Senin 11 September kita akan ajukan ke pimpinan DPR. Tapi tentunya kita akan lihat dulu sudah berapa besar dukungan itu," ujar dia.Dalam pandangan politisi PDIP ini, kebijakan impor beras justru merugikan kalangan petani karena harga gabah menjadi anjlok. "Di lapangan yang anjlok justru harga gabah sedangkan harga beras malah sempat naik dari Rp 1.500 per Kg menjadi Rp 1.600-2.000 per Kg. Jadi yang dikorbankan tetap petani," tandas Arya Bima.Pemerintah memutuskan untuk mengimpor beras sebanyak 210.000 ton dalam waktu dekat ini. Impor tersebut akan digunakan untuk mengembalikan cadangan beras pemerintah ke tingkat stok yang aman, yakni sekitar 350.000 ton. (san/djo)


Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads