Pembatasan Pemulung di TPA Bantargebang Harus Manusiawi

Pembatasan Pemulung di TPA Bantargebang Harus Manusiawi

- detikNews
Minggu, 10 Sep 2006 13:07 WIB
Jakarta - Dinas Kebersihan DKI Jakarta akan melakukan pembatasan kepada para pemulung di Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Bantargebang menyusul tewasnya 3 pemulung akibat longsor pada Jumat 8 September. Namun pembatasan itu diharapkan tidak kasar dan tetap manusiawi."Kalau tanggapan kita selaku pemulung, yang penting pembatasan itu dilakukan secara wajar. Memang pembatasan itu diberitahukan ke pemulung, tapi kadangkala pembatasan dilakukan kasar. Pemulung kan manusia," ujar salah satu pembina anak-anak pemulung di Bantargebang, Usman Ismail, kepada detikcom, Minggu (10/9/2006). Usman mengatakan selama ini para pemulung sering mengalami perlakuan kasar, misalnya gerobak mereka dihancurkan. Padahal pekerjaan pemulung adalah mengais sampah dan tidak ada yang lain."Manusia kan bukan sampah. Para pemulung kan bukan sampah masyarakat," tandas Usman dengan nada tinggi.Para pemulung sendiri mengaku pasrah dan tidak akan menuntut pengelola TPA Bantargebang atas kejadian longsor itu. "Kita melihat kejadian itu bukan karena disengaja. Itu sudah takdir. Ini adalah pelajaran bagi kita para pemulung dan juga bagi pengelola," terangnya. (san/djo)


Berita Terkait