Dicari Gubernur yang Mengerti Warga Jakarta

Dicari Gubernur yang Mengerti Warga Jakarta

- detikNews
Minggu, 10 Sep 2006 11:43 WIB
Jakarta - Suasana Jakarta sekarang ini tidak seperti biasanya. Mendadak Jakarta dipenuhi poster-poster serta spanduk calon gubernur Jakarta. Padahal Pilkada DKI baru akan dilakukan tahun 2007 mendatang. Kondisi ini bisa dimengerti, sebab Pilkada DKI 2007 nanti, adalah Pilkada langsung. Para calon merasa perlu memamerkan wajah mereka pada warga Jakarta sedini mungkin. Maklum, sebagian dari mereka, bukan orang populer atau belum dikenal warga Jakarta. Bahkan nyaris tak terdengar kiprahnya dalam persoalan-persoalan kota Jakarta. "Tingkah para bakal calon itu menarik sekali. Mereka yang dulunya mantan pejabat militer, menteri masa Orde Baru, tiba-tiba mengaku reformis dan cinta serta mengetahui keinginan warga Jakarta," kata Ketua Forum Warga Jakarta (Fakta) Azas Tigor Nainggolan kepada detikcom, Minggu (10/9/2006). Sebenarnya gaya-gaya kampanye seperti itu sudah tidak tepat lagi. Warga DKI membutuhkan pemimpin yang terbuka dan tampil apa adanya. Bukan datang dengan janji-janji muluk dan mulut besar tentang Jakarta.Terlebih, banyak warga Jakarta yang mempunyai pengalaman buruk dengan berbagai kebijakan Pemprov DKI. Penggusuran yang terus terjadi, tidak mampu menyekolahkan anak dan menghidupi keluarga, serta banyak pejabat yang menjual kemiskinan, kesakitan dan penderitaan untuk membuat proyek pribadi. "Pengalaman pahit ini tentunya membuat kawan-kawan, warga Jakarta yang sering digusur, dibohongi dengan proyek transportasi, penanganan banjir dan sampah untuk tidak salah memilih pemimpinnya pada Pilkda 2007 nanti," tutur Tigor. Karena itu, waktu yang ada saat ini harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh para Cagub DKI untuk mengevaluasi dan mengubah gaya. Tampil sederhana, apa adanya, terbuka, melayani dan siap diuji oleh warga bisa menjadi pilihan model mengenalkan diri para calon. Gunakan kesempatan ini untuk membuktikan diri sebagai figur yang membela secara nyata kepentingan warganya. Tindakan ini akan membuktikan diri bahwa akan tetap menjadi gubernur yang memerdekakan warga dari belenggu penindasan dan kemiskinan."Mari kenali betul warga Jakarta dan persoalannya. Jangan sok tahu apalagi paling hebat. Jadilah Gubernur yang memerdekakan dan membebaskan warganya," tutur Tigor. (djo/san)


Berita Terkait