Gelar Musda Setelah Rakernas, DPP PD Dinilai Obok-obok AD/ART

Gelar Musda Setelah Rakernas, DPP PD Dinilai Obok-obok AD/ART

- detikNews
Sabtu, 09 Sep 2006 13:15 WIB
Jakarta - Kecaman keras lagi-lagi menghantam Partai Demokrat (PD). Kecaman kali ini disebabkan karena Musda DPD PD Jawa Timur (Jatim) digelar di Jakarta usai berlangsungnya Rakernas I PD."DPP PD lagi-lagi mengacak-acak AD/ART dengan memutuskan melaksanakan Musda PD Jatim di Hotel Santika Jakarta. Kok bisa rakernas lebih dahulu ketimbang musda? Mengapa harus di Jakarta?" ujar Ketua Umum DPP Pemuda Partai Demokrat Akbar Faizal saat berbincang dengan detikcom per telepon, Sabtu (9/9/2006).Apalagi, tambah Akbar, DPD PD Jatim pernah menggelar Musda dan memilih Ainurrozid sebagai Ketua DPD dengan 11 suara dari 38 DPC. Namun DPP lebih menjagokan Abdul Hamid, bekas Wagub Jatim dan Ketua Partai Golkar Jatim."Apalagi Abdul Hamid ini sudah berusia renta. Celakanya, saat berlangsungnya Musda, DPP lari dari kenyataan karena Ainur yang menang," bebernya.Akbar menduga, Musda yang digelar sore ini pukul 15.00 WIB di Hotel Sahid adalah untuk melakukan kocok ulang. Namun jika agenda Musda adalah untuk melanjutkan proses Musda di Jatim beberapa waktu lalu, maka bisa dipastikan Ainurrozid yang akan menjadi Ketua DPD PD Jatim."Pertanyaannya, ini kocok ulang atau lanjutan hasil di Surabaya kemarin?" tanyanya.Mengenai pelaksanaan Musda di Jakarta, Akbar menilainya sebagai ketidakcakapan DPP dalam menjalankan dan memenej roda organisasi."Tidak ada yang menyatakan bahwa Musda dilakukan di luar daerah DPD yang bersangkutan. Ini menunjukkan DPP tidak cakap atau takut digebukin orang di Jawa Timur," ucapnya tegas.Akbar pun menilai banyak pengurus di DPP yang tidak mengerti cara berpolitik dan konsep mengenai partai terbuka. DPP dinilai seenaknya saja memasukkan kader-kader dari luar untuk mengurus partai."Saya minta dengan sangat Pak SBY sebagai pendiri turun tangan. Kalau tidak bisa hancur partai ini," tandasnya. (fjr/)


Berita Terkait