Cagub DKI Bibit Waluyo Sentil Kampanye Pakai Duit
Sabtu, 09 Sep 2006 12:27 WIB
Jakarta - Kampanye biasanya sarat dengan money politics, namun hal ini tidak berlaku bagi cagub DKI Jakarta Bibit Waluyo. Mantan Pangkostrad ini mengaku hanya bermodal 'dengkul' alias kerja keras.Bibit Waluyo yang terbalut batik warna coklat ini hadir dalam Muswil PPP VI di Hotel Sahid, Jakarta, Sabtu (9/9/2006)."Saya diminta mencalonkan, bukan menawarkan. Jadi saya memberikan apa yang bisa saya berikan, hanya menjalankan amanat. Saya tidak punya duit, ya sudah saya tidak ambisi. Yang ada di diri saya hanya kerja," kata Bibit. "Kalau korupsi ketahuan, ya digantung. Tetapi, kalau saya mau berkarya dengan baik, hargai karya saya," lanjutnya diiringi tepuk tangan hadirin.Pensiunan jenderal bintang tiga ini lalu bercerita mengenai kronologi pencalonannya.Pada akhir 2005, Bibit mengaku didatangi LSM di Yogya dan rekan partai yang meminta dirinya maju dalam Pilkada DKI."Saya bilang jangan, karena saya bodoh, jelek, cari saja yang lain. Saya ajukan yang lain, tetapi mereka bilang begini begitu," ujarnya.Akhirnya Bibit pun bersedia memikirkan tawaran itu. "Ya sudah saya putuskan setelah saya jalan dua langkah minta dukungan keluarga anak istri dan senior di TNI AD," cetus Bibit.Bibit akhirnya mendapat restu dari keluarga dan senior TNI Jenderal (Purn) Try Sutrisno."Kalau pemimpin dengan rekayasa, pemimpin apa ini beli suara sana, beli suara sini, kampanye pakai duit. Bukan berarti saya ngomong gini karena tidak punya duit," cetusnya."Kalau kampanye dengan duit, kalau sudah kepilih bukan mikir kemajuan rakyat bagaimana, malah mikir duit kok tidak balik-balik ya," lanjut Bibit yang disusul tawa hadirin. Hahahahaha!Dalam kesempatan itu, Bibit menolak membocorkan visi misinya."Kalau bicara visi misi, berarti bicara program, berarti bicara duit juga, dari mana duitnya. Visi misi tidak bisa diumbarkan. Terserah kalau rekan lain melakukan asal dipertanggungjawabkan," kilah mantan Pangdam Jaya ini.
(aan/)











































