Enam Jam Terakhir, Gunung Talang Timbulkan Sembilan Gempa

Enam Jam Terakhir, Gunung Talang Timbulkan Sembilan Gempa

- detikNews
Sabtu, 09 Sep 2006 11:16 WIB
Padang - Meningkatnya aktivitas vulkanik Gunung Talang (2.597 mdpl) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat (Sumbar), terus menimbulkan serangkaian gempa. Dalam enam jam terakhir, Posko Pemantau Gunung Talang di Batu Bajanjang, Kabupaten Solok mencatat sedikitnya telah terjadi 8 kali gempa vulkanik dalam dan 1 kali gempa vulkanik dangkal.Kepala Pos Pemantau Gunung Talang Dalipa ketika dihubungi detikcom pukul 09.30 WIB, Sabtu (9/9/2006) mengatakan, peningkatan aktivitas vulkanik gunung yang terakhir meletus 12 April 2005 lalu itu sama sekali bukan karena adanya pengaruh dari Hunung Bromo. Meski dinilai belum membahayakan, aktivitas pendakian ke gunung yang terletak terletak pada 0 derajat 5842.24 LS, 100 derajat 4046,19 BT itu sudah ditutup sejak Kamis lalu. "Hingga kini status Gunung Talang masih waspada. Gempa yang terjadi adalah gempa biasa dan tidak diiringi dengan letusan dan semburan debu. Menurut perkiraan kami, peningkatan aktivitas vulkanik itu dipengaruhi gempa tektonik jauh di Selat Mentawai," ujarnya.Dikatakan Dalipa, pihaknya sudah berkoordinasi dengan berbagai pihak terkait seperti Pemda dan kepolisian. Selain itu, pihaknya juga mengingatkan masyarakat untuk tidak panik karena peningkatan aktivitas vulkanik lazim terjadi pada sebuah gunung api."Saat ini kita kesusahan untuk mengamati kawah utama gunung karena tertutup kabut tebal. Semua perkembangan terakhir Gunung Talang telah kita laporkan ke Direktorat Vulkanologi dan Migitasi Bencana di Bandung. Status Talang berikutnya akan ditetapkan para pakar berdasarkan laporan yang kita berikan," ujar dia.Sementara itu, Kepala Badan Metereologi dan Geofisika (BMG) Padang Panjang, Sumarso, ketika dikonfirmasi detikcom membantah meningkatnya aktivitas Gunung Talang disebabkan oleh serangkaian gempa tektonik di Selat Mentawai. Menurutnya, meski akhir-akhir ini terjadi sejumlah gempa di Mentawai namun gempa itu tidak dapat dirasakan karena relatif sangat kecil."Saya pikir peningkatan itu karena aktivitas gunung itu sendiri. Berbeda dengan serangkaian gempa yang menyebabkan peningkatan aktivitas Talang pada 2005 lalu, gempa yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir sangat kecil dan terlalu berlebihan bila dikatakan sampai memicu peningkatan aktivitas Gunung Talang," demikian Sumarso. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads