Musdalub Partai Golkar SBB Berakhir Ricuh
Sabtu, 09 Sep 2006 09:12 WIB
Ambon - Musyawarah Daerah Luar Biasa (Musdalub) Partai Golkar Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) berakhir ricuh. Hujan pukulan dan pun mewarnai gelaran Musdalub ini. 2 Anggota Partai Golkar Provinsi Maluku dikabarkan kena bogem mentah yang melayang dari sejumlah pengurus Partai Golkar Kabupaten SBB. Mereka itu yakni staff wakil Ketua DPC I Roland Tahapary dan Thomas Latumahina mukanya terkena pukulan nyasar. Insiden ini terjadi lantaran para pengurus partai di Kabupaten SBB tidak setuju atas digelarnya acara tersebut. Mereka menilai pelaksanaan Musdalub di Desa Waimintal Kecamatan Kairatu Kabupaten SBB itu terkesan ada unsur pemaksaan kehendak karena diprakarsai oleh pengurus di tingkat provinsi. "Musdalub ini saya niali inkonstitusional. Bertentangan dengan AD/ART," ujar Nuskoceratu saat dihubungi detikcom, Sabtu (9/9/2006).Buntut kericuhan itu, juga menjalar ke Kantor DPRD SBB. Ketua DPD Golkar Abdullah Tuasikal terlihat mengamuk di kantor itu. Dia mengancam Ketua Fraksi Partai Golkar DPD SBB Arif Samal. Bahkan Tuasikal yang juga merupakan Bupati Maluku Tengah lupa melepaskan atribut bupatinya. "Saya ini bekas preman. Dan saya bisa bermain preman. Saudara harus hati-hati," ancam Tuasikal kepada Samal.Melihat bupatinya mengamuk, ratusan warga yang ada ti tempat kejadian hanya bisa terdiam. Mereka heran atas apa yang dilakukan bupatinya itu. Nuskoceratu menjelaskan, pihaknya akan melaporkan insiden ini kapada DPP Partai Golkar. Sejumlah dokumen sudah mulai dipersiapkan. "Kami sudah siapkan berkasnya. Dan hari ini juga akan kami sampaikan ke DPP Partai Golkar di Jakarta," ujarnya.
(/)











































