Impor Beras Ancam Ketahanan Pangan
Sabtu, 09 Sep 2006 01:02 WIB
Jakarta - Rencana pemerintah mengimpor beras sebanyak 210 ribu ton terus mendapat tantangan. FPDIP menilai kenekatan pemerintah impor beras akan semakin membuat petani menjadi miskin dan mengancam ketahanan pangan nasional."Tahun ini produksi kita meningkat, hingga ada surplus 113 ribu ton. Ini cukup. Kalau sampai impor, ini akan berbahaya bagi ketahanan pangan kita," kata anggota FPDIP Mardjono dalam diskusi di Gedung DPR/MPR, Senayan, Jakarta, Jumat, (8/9/2006).Menurut anggota komisi IV ini, seharusnya pemerintah memperhatikan petani karena petani merupakan investor terbesar di negeri ini. "Jangan terus memanggil investor luar, tapi nggak datang-datang. Invesrtor yang ada ini aja dihidupkan," ujarnya. Ketua Komisi IV DPR Yusuf Faisal menegaskan, untuk menghindari kesalahan pengunaan anggaran, komisi IV telah memblokir anggaran APBNP sebesar 390 miliar untuk impor beras. Keputusan ini diharapkan untuk dapat menjadikan angaran APBNP dapat sampai pada petani dengan cara pembelian gabah dan beras petani."Sehingga bisa untuk meningkatkan pendapatan petani meski pemerintah mengimpor," jelasnya. Ketua Fraksi PAN Zulkifli Hasan menilai impor beras saat ini tidak tepat. Pemerintah dinilai harus mengkaji ulang rencana ini. Namun demikian FPAN tidak akan mengunakan hak angket terhadap masalah ini. "Kita akan melakukan pendekatan dan lobi-lobi. Karena pengunaan hak angket selalu gagal," tandasnya.
(ary/)











































