Air Lumpur Lapindo Dibuang ke Laut Akhir September

Air Lumpur Lapindo Dibuang ke Laut Akhir September

- detikNews
Jumat, 08 Sep 2006 20:30 WIB
Sidoarjo - Lapindo Brantas Inc memperkirakan akhir September 2006, pembuangan air ke laut melalui pipanisasi sudah bisa dilakukan. Hal ini dilakukan setelah melalui proses pemisahan air dan lumpur dengan sistem water treatment. Namun itu semua bisa berjalan sesuai jadwal jika izin dari Kementerian Lingkungan Hidup turun.Rencana ini disampaikan Project & Health, Safety, Enviroment Manager Lapindo Brantas Inc Johanes Sudarsono kepada wartawan di Kantor Lapindo Brantas Inc di Gedangan, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (9/8/2006). "Jika tidak ada kendala, akhir September sudah bisa dimulai water treatment dan air segera dialirkan ke laut," kata dia. Namun, rencana itu bisa berubah jika terjadi sesuatu yang tidak diduga. Ia mencontohkan, lokasi water treatment unit yang selama ditempatkan di kolam pengendapan (Pond C 2) Desa Renokenongo harus dipindah ke sekitar Pond 5 di Desa Mindi.Sebab, di Pond B, kata Sudarsono, air lumpur yang sudah dipisahkan akan dimanfaatkan untuk proses drilling relief well. "Prinsipnya, unit kita sudah siap. Nanti jika pengerjaan pipa ke laut sepanjang 20 kilometer tuntas, water treatment juga langsung bekerja," tandasnya.Namun, jadwal yang sudah dipatok itu bisa mundur apabila Kementerian Lingkungan Hidup tidak mengeluarkan surat izin. "Sekarang baru izin prinsip yang kita dapat. Tapi izin pembuangan air ke laut belum. Dan untuk uji baku mutu seperti yang disyaratkan KLH sedang kita kerjakan," terang Sudarsono didampingi Fasilities & Contructionn Manager Bambang Kunto dan Kepala Divisi Humas Lapindo Yuniwati Terryana.Upaya untuk membuang air ke laut, kata Sudarsono, sebagai bentuk upaya untuk mengantisipasi musim penghujan. Sebab, jika air tidak segera dialirkan, dampaknya akan berbahaya bagi masyarakat dan infrastruktur di sekitar Porong.Untuk proses pemisahan air dan lumpur ini, Lapindo menyiapkan 2 unit alat untuk water treatment dengan kapasitas masing-masing 3.000 m3/hari. "Satu unit lagi nanti akan datang dengan kapasitas 1.250 m3/hari," katanya. Untuk water treatment ini juga didatangkan peralatan Neotramil dari Australia.Sementara, pemasangan pipa berukuran 20 inchi dan 18 inchi sudah sebagian terpasang di sisi tanggul Sungai Porong. Untuk mengalirkan air ke laut, dibutuhkan pipa sepanjang 20 km. "Saat ini sudah terpasang 12 km. Sebentar lagi akan dilanjutkan. Sedangkan yang menjorokkan laut sepanjang 4 km," ujar dia. Meski Lapindo memastikan belum ada pembuangan air lumpur ke laut, maupun sungai Porong, namun di sekitar Desa Mindi dan Besuki dikabarkan telah ada pembuangan. Tapi hal itu dibantah keras oleh Sudarsono. "O itu hanya pembuangan air genangan dari persawahan. Bukan air lumpur," kilahnya. (asy/nrl)


Berita Terkait