Polda Berantas Preman Pelabuhan, Setahun Keruk Rp 6,5 M
Jumat, 08 Sep 2006 17:52 WIB
Jakarta - Tim gabungan Polda Metro Jaya berupaya memberantas preman-preman yang melakukan pungutan liar di Pelabuhan Tanjung Priok. Dalam setahun terakhir, para preman ini berhasil mengeruk Rp 6,5 miliar. Wuih!"Ya operasinya memang ada, tapi datanya masih ada di tim gabungan," kata Direktur Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Carlo Tewu di kantornya, Jalan Gatot Soebroto, Jakarta, Jumat (8/9/2006).Menurut informasi, sudah ada 15 orang yang telah diamankan di Polda Metro Jaya. Preman-preman ini biasanya disebut satuan pengawalan (satwal) yag meminta uang masuk ke pengemudi truk-truk yang hendak keluar masuk Pelabuhan Tanjung Priok.Ada 6 pintu masuk ke pelabuhan itu dan setiap truk harus membayar Rp 3.000 per karcis. Dalam sehari diperkirakan satwal berhasil memperoleh uang Rp 18 juta. Mereka telah lama beroperasi. Bahkan sejak tahun 1974.Sementara Humas Pelindo II Hendra Budi mengungkapkan, fungsi Pelindo II di pelabuhan hanya mengurusi masalah operasional dan tidak mengurus masalah keamanan. "Pengamanan itu urusan pemerintah," tegasnya.Dia juga membantah jika uang hasil pungli itu mengalir ke direksi Pelindo. Dia juga menyatakan Pelindo tidak pernah membekingi satwal yang telah melakukan pungli di pelabuhan itu."Kita tidak pernah menerima uang dari mereka, apalagi membekingi," katanya.
(umi/sss)











































