32 Panser TNI Tidak Pakai Tender
Jumat, 08 Sep 2006 16:25 WIB
Jakarta - Departemen Pertahanan RI tidak akan membuka tender untuk pengadaan 32 panser bagi pasukan TNI yang ditugaskan PBB menjaga perdamaian di Libanon. Pembeliannya akan dilakukan langsung ke pabriknya di Prancis."Tata cara pengadaannya beli langsung ke pabrik, tanpa rekanan. Ini direct purchases dan dipayungi dalam prosedur pengadaan, karena kondisinya mendesak," kata Sekjen Dephan Safrie Sjamsoeddin sebelum rapat pemaparan kesiapan TNI di Kantor Presiden, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta Pusat, Jumat (8/9/2006).Karena pembeliannya langsung, maka pembayarannya pun secara tunai. Bila nanti DPR menyetujui anggaran yang diajukan, selanjutnya pemerintah akan membuka Letter of Credit (LC) di bank yang ditunjuk. Dalam waktu tiga bulan, secara bertahap 32 unit panser tersebut dikirimkan langsung dari pabrik di Prancis ke Libanon."Jadi pengawasan lebih mudah, pengaturan lebih cepat, dan menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," tambah Sjafrie.Sesuai force requirment yang disyaratkan PBB untuk heavy duty wheelvehicles, jenis panser yang dipilih adalah Vehicule de l'Avant Blinde (VAB) buatan Prancis tahun 2000. Harga tiap unit panser berdaya angkut 12 personel ini adalah Euro 700 ribu.Harga ini sudah termasuk perlengkapan komunikasi dan ILS (Integrated Logistic Support). Sedangkan amunisi akan menggunakan buatan PT Pindad.Jenis ini dipilih karena kebetulan Yonkav VII Kodam Jaya telah menggunakannya untuk kompi mereka. Setelah usai masa tugasnya di Libanon, 32 panser itu akan melengkapi batalyon panser Kodam Jaya."Panser ini tetap menjadi bagian postur kekuatan TNI, masuk dalam tabel organisasi dan peralatan Kodam Jaya. Itu milik Pemerintah RI, tapi kita tidak mendompleng anggaran. Kita butuh panser itu di Libanon," papar mantan Pangdam Jaya ini panjang lebar.Menyinggung komentar sejumlah anggota DPR RI bahwa panser yang dibeli adalah barang bekas, Safrie spontan membantahnya. Meski buatan 2000, panser tersebut adalah stok yang tersimpan dengan baik di gudang pabrik Renault Truk selaku pembuatnya."Itu produksi terakhir di Prancis. Tidak ada panser lagi setelah itu. Berarti kan bukan bekas kan?" jawabnya balik bertanya.
(nrl/asy)











































