Bush Akui Soal Penjara Rahasia CIA, Eropa Marah
Jumat, 08 Sep 2006 16:03 WIB
Washington - Pengakuan Presiden AS George W Bush mengenai penjara rahasia CIA di sejumlah negara mengundang kemarahan Eropa. Para pembuat kebijakan Eropa mendesak Bush menyebutkan lokasi persis tahanan CIA tersebut."Kami tidak bisa memaafkan soal keberadaan penjara rahasia itu," cetus Javier Solana, kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa.Perdana Menteri Spanyol Jose Luis Rodriguez Zapatero juga mengecam soal tahanan rahasia itu. Demikian seperti diberitakan International Herald Tribune, Jumat (8/9/2006)."Perang melawan terorisme hanya bisa dilakukan melalui demokrasi dan menghormati hukum. Dan hal ini tidak sejalan dengan keberadaan penjara rahasia tersebut," tegasnya.Dick Marty, senator Swiss yang mengepalai investigasi Uni Eropa untuk memastikan apakah pemerintah Eropa bekerja sama dalam program tahanan rahasia tersebut. "Masih banyak yang harus diungkapkan," tegasnya.Namun meski dikecam Eropa, Bush justru mendapat dukungan dari pemerintah Australia. "Banyak hal telah dicapai melalui program seperti ini," tutur Menteri Luar Negeri Australia Alexander Downer kepada parlemen Australia.Ditekankan Downer, informasi dari salah seorang tahanan penjara rahasia itu telah mendorong penangkapan figur penting kelompok radikal Jamaah Islamiyah.Tersangka teroris asal Indonesia, Ridwan Isamuddin alias Hambali termasuk di antara 14 tersangka terorisme yang ditahan di penjara rahasia CIA. Presiden Bush mengakui selama tiga tahun ini Hambali ditahan di penjara tersebut. Namun kini Hambali dan tersangka teroris kelas kakap lainnya telah dipindahkan ke penjara Guantanamo di Kuba.Pengakuan ini disampaikan Bush saat memberikan pidato mengenai terorisme yang disiarkan secara langsung oleh televisi nasional AS, Rabu 7 September 2006 malam WIB.Bush mengatakan, penjara-penjara rahasia itu kini tidak lagi dihuni para tersangka terorisme. Namun ditegaskannya, CIA masih bisa menangkap, menahan dan menginterogasi tersangka terorisme. Dengan kata lain, keberadaan penjara rahasia itu masih akan dipertahankan.Sebenarnya, isu tahanan rahasia CIA di luar negeri ini pernah dibocorkan oleh harian Washington Post pada November 2005 lalu. Tapi pemerintah AS tidak pernah membenarkan atau pun menyangkalnya.Keberadaan tahanan rahasia ini sempat menuai kritik dari para aktivis HAM. Namun dalam pidatonya, Bush menegaskan, tahanan rahasia merupakan bagian integral dari upaya pemerintah AS untuk membuat negeri Amerika aman.
(ita/sss)











































