Surat Karyawan Garuda Banjiri Rumah SBY di Cikeas
Jumat, 08 Sep 2006 15:42 WIB
Bogor - Tidak cukup hanya dengan 3 surat yang sudah dilayangkan sebelumnya, Serikat Karyawan PT Garuda melayangkan lagi 100 pucuk surat sekaligus kepada Presiden SBY. Surat itu dialamatkan ke kediaman pribadi SBY di Puri Cikeas, Gunung Putri, Bogor.Tiga perwakilan Serikat Karyawan ini diterima bagian rumah tangga kediaman pribadi SBY di Puri Cikeas, Jumat (8/9/2006) siang."Sejak Januari kami telah kirim 3 surat, tapi sampai sekarang tidak ada kabarnya. Saya tidak tahu apakah birokrasi istana yang rumit sehingga tidak sampai. Karena itu kami kirim 100 surat sekaligus supaya tidak tercecer," ungkap Humas Serikat Karyawan PT Garuda Tomy Tampatty kepada wartawan usai menyerahkan surat tersebut. Isi surat itu, ungkap Tomy, meminta kepada SBY untuk memperhatikan nasib perusahaan penerbangan nasional yang tengah di ambang kehancuran itu. Mereka juga meminta SBY, melalui Menneg BUMN, melakukan RUPS yang selama tiga tahun terakhir tidak pernah dilakukan lagi."Kami juga meminta percepatan penambahan modal kerja dan mendukung kerja KPK dalam menangani dugaan korupsi di tubuh Garuda," katanya.Nasib Garuda mengkhawatirkan karena sampai Juni 2006 telah mengalami kerugian 50 juta dolar AS, atau sekitar Rp 2,5 miliar per hari."Kerugian ini bukan kerugian operasional saja. Ada juga persoalan utang sampai ke persoalan kepemimpinan di tubuh Garuda," tutur Tomy.Jika dalam waktu 2 minggu surat tersebut tidak ditanggapi SBY, Serikat Karyawan PT Garuda akan melipatgandakan surat serupa hingga mencapai 1.000 pucuk dan akan diperbanyak lagi untuk 230 juta masyarakat Indonesia.
(umi/nrl)