Prihatin Longsor Bantargebang, DPR Minta Sampah Tak Ditumpuk
Jumat, 08 Sep 2006 13:37 WIB
Jakarta - Musibah longsor di Zona 3 TPA Bantargebang membuat pimpinan DPR prihatin. Penguraian sampah harusnya tidak hanya ditumpuk begitu saja.Pemerintah, kata Wakil Ketua DPR RI Muhaimin Iskandar, harus segera mengatasi musibah tersebut dan memikirkan lagi tempat pembuangan sampah yang aman."Ini luar biasa, ke depan sistem pembuangan sampah harus diperbaiki, jangan hanya ditumpuk," tegas Muhaimin di Gedung MPR/DPR, Senayan, Jakarta, Jumat (8/9/2006).Muhaimin menambahkan, penataan tata ruang dan pembagian pembuangan sampah akhir juga harus dikaji ulang, karena jika semua sampah ditumpuk dan tidak dikirim ke Bantargebang, sampai kapan pun masalah ini tidak akan selesai.Hal yang sama juga diungkapkan Wakil Ketua DPR Zaenal Ma'arif. Menurutnya, untuk mengurangi dampak musibah Bantargebang, pemerintah harus segera menggunakan teknologi terbaru dalam penguraian sampah. Jika teknologi tidak dilibatkan, maka persoalan sampah akan terus terjadi di Tanah Air."Kita tidak bisa lagi dengan cara konvensional, hanya ditumpuk dan dibuang. Harus ada teknologi seperti Singapura dan negara-negara tetangga lainnya," cetus dia.Menurut Zaenal, penanggung jawab pembuangan sampah juga harus diminta pertanggungjawaban dalam musibah ini, karena seharusnya pada batas tertentu pembuangan sampah bisa dialihkan jika memang lokasinya tidak mampu lagi menampung."Harusnya yang bertanggung jawab masalah ini juga dimintai keterangan. Kenapa ini harus terjadi?" tandasnya.
(umi/nrl)











































