Kesemrawutan Masih Terjadi di Harmoni Central Busway
Jumat, 08 Sep 2006 11:59 WIB
Jakarta - Pada hari kedua setelah diresmikan, kesemrawutan masih terjadi di Harmoni Central Busway (HCB). Para penumpang belum memahami sepenuhnya petunjuk-petunjuk di halte raksasa itu.Puncak kesemrawutan terjadi pada jam sibuk, yakni antara pukul 07.00 WIB dan pukul 09.00 WIB. Antrean calon penumpang terlihat cukup panjang di setiap pintu pemberangkatan. Keadaan diperburuk oleh sikap penumpang yang tidak sabar dalam antrean karena takut terlambat ngantor. "Ini bertepatan dengan orang pergi bekerja. Kan ini tempatnya banyak untuk transit," kata manajer operasi TransJakarta, Suparmono, kepada detikcom di HCB, Jl Gadjah Mada, Jakarta, Jumat (8/9/2006).Namun demikian, sepertinya tidak ada antisipasi dari pengelola terhadap jam sibuk ini. Jumlah petugas di HCB, baik sekuriti dan sebagainya, tetap sama dengan waktu-waktu lainnya.Setiap harinya jumlah petugas yang ditempatkan di HCB sebanyak 12 orang. Mereka terdiri dari 2 orang supervisor, 2 pengawas sekuriti, 2 petugas dari Badan Pengelola TransJakarta, dan 6 petugas sekuriti.Menurut pantauan detikcom, hingga pukul 10.00 WIB sisa-sisa kesemrawutan masih dijumpai. Sejumlah penumpang masih terlihat kebingungan harus antre di pintu mana untuk sampai ke tujuan.Sebenarnya sudah ada papan petunjuk jurusan, baik yang digantung di plafon halte maupun ditempel di masing-masing pintu. Namun masyarakat tetap saja terlihat kebingungan. Mungkin memang karena mereka belum mengenal baik HCB.Untuk membantu para penumpang, sejumlah petugas terpaksa berteriak-teriak. Mereka berulangkali menyebutkan nama jurusan dan pintu yang harus dilalui penumpang, yaitu jurusan Pulogadung, Kalideres dan Blok M. Hal ini membuat suasana di HCB gaduh. Banyaknya calon penumpang juga membuat udara di HCB panas.Situasi mulai terlihat lengang sekitar pukul 11.00 WIB. Hal ini disebabkan jumlah penumpang sudah jauh berkurang. Para petugas sedikit bisa mengambil napas lega.
(djo/)











































