PKB Anam Yakin Tetap Didukung Seluruh Kiai
Kamis, 07 Sep 2006 18:24 WIB
Jakarta - PKB kubu Anam menolak klaim PKB kubu Muhaimin yang menyatakan Sejumlah Kiai yang semula mendukung PKB hasil Muktamar Surabaya telah membelota dan kini mendukung PKB hasil Muktamar Semarang."Pernyataan Muahimin bahwa tinggal 4 Kiai yang belum bergabung dengan dia, bukan saja tidak benar. Tapi fitnah. Secara politis itu semata-mata untuk menghibur diri, juga hanya untuk mengelabui publik dan kader PKB saja," kata Wakil Ketua Umum Dewan Tanfidz DPP PKB kubu Anam AS Hikam kepada wartawan di Kantor DPP PKB, Jl Kramat VI No 8, Jakarta Pusat, Kamis (7/9/2006).Sebelumnya, dalam beberapa kesempatan, Muhaimin selalu mengatakan, ada 6 Kiai yang menjadi pendukung DPP PKB Choirul Anam. Namun, Muhaimin mengklaim kini hanya tinggal 4 kiai saja yang mendukung.Ditegaskan Hikam, pernyataan Muhaimin tentang Kiai itu adalah kebohongan publik. Karena mayoritas kiai menjadi pendukung utama DPP PKB Mbah Dur-Cak Anam. Sampai saat ini, dukungan jumhurul ulama (mayoritas kiai) tidak luntur sedikitpun.Soliditas para kiai itu ditunjukkan dalam pertemuan di Kantor DPW PKB Jawa Timur, Graha Astra Nawa, Jl Gayungsari Timur, Surabaya, Rabu (6/9). Kiai-kiai yang hadir di antaranya KH Abdullah Faqih (Langitan, Tuban), Mbah Dur, KH Anwar Iskandar (Kediri), KH Warson Munawwir (Krapyak, Jogjakarta), KH Mas Subadar (Pasuruan), KH Abdurrahman Iskandar (Sleman, Jogjakarta), KH Ubaidillah Faqih (Langitan, Tuban), KH Chasbullah Badawi (Cilacap), KH Nur Muhammad Iskandar (Jakarta), KH Zainuddin Djazuli (Ploso, Kediri), dan KH Aniq Muhammadun (Pati).Selain itu hadir pula Tampak pula KH Badawi Basyir, KH Fahrurrozi, KH Luthfi Abdul Hadi dan KH A Muzakky. Sedangkan dari DPP PKB hadir Drs H Choirul Anam (Ketua Umum), AS Hikam, H Idham Cholied (Sekretaris Jenderal), dan Drs H Fathorrasjid MSi (Ketua). Dalam pertemuan yang berlangsung dua jam itu, tercapai sejumlah kesepakatan. Antara lain menegaskan bahwa para kiai tetap "fi shofwin wahidin, fi kalimatin wahidah" (tetap dalam satu barisan dan satu komando). Tidak lain dalam rangka "iqamatil haq wal adl" (menegakkan kebenaran dan keadilan).Untuk itu, para kiai mengamanatkan kepada DPP PKB untuk jalan terus danmelaksanakan langkah-langkah hukum, politik, serta menjalankan aktifitas kepartaian sebagaimana biasa. Termasuk Musyawarah Wilayah (Muswil) PKB Jateng tanggal 9 Agustus agar tetap dilaksanakan sesuai jadwal.Ditambahkan Hikam, dalam pertemuan itu, para kiai sama sekali tidak membahas soal pendirian partai baru. Tentang partai baru, selama ini hanya wacana pribadi saja merespon sikap pemerintah dan lembaga hukum yang mendzolimi PKB Ulama.Lebih lanjut, Hikam menegaskan, pemerintah diminta atidak mengambil jalan pintas yang justru akan dapat memperparah keadaan dan menjadi pemicu konflik horizontal. Prinsipnya, DPP PKB dan seluruh jaringan sampai ke bawah tidak akan menggunakan cara-cara kekerasan yang tidak beradab."Tapi kami juga tidak akan mundur selangkahpun untuk mempertahankan hak-hak kami," tegas anggota Komisi I DPR ini.
(bal/)











































