Amien Rais: Pemerintah Terlambat Tangani Lumpur Lapindo

Amien Rais: Pemerintah Terlambat Tangani Lumpur Lapindo

- detikNews
Kamis, 07 Sep 2006 20:35 WIB
Yogyakarta - Mantan Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) HM Amien Rais menilai pemerintah terlambat dalam menangani kasus lumpur Lapindo Brantas Inc di Porong, Sidoarjo. Akibatnya rakyat yang menjadi korban karena lumpur sudah menyebar ke mana-mana tak terbendung lagi."Saya sendiri tidak tahu persis, bagaimana cara menanganinya. Yang jelas semua itu sudah terlambat. Ibarat penyakit sudah menyebar ke man-kemana," kata Amien menjawab pertanyaan wartawan di kampus Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran di Jl. Ringroad Utara Condongcatur, Depok, Sleman, Kamis (7/9/2006). Amien mengatakan, seandainya luapan lumpur itu ditangani sejak minggu pertama maka masalah Lapindo tentu akan bisa ditutup. Namun justru sebaliknya tidak ditangani secara cepat dan dibiarkan meluap kemana-mana tanpa ada penanganan. Meski sudah diupayakan dengan melakukan snubbing seperti yang direkomendasikan para ahli pertambangan, tetap gagal. Pengeboran miring juga tidak mungkin. Namun kalau mau dibuang ke laut juga akan menimbulkan masalah. Sebab ada ribuan orang yang mengandalkan sumber mata pencaharian hidupnya di sekitar laut Sidoarjo, misalnya usaha tambak udang. "Yang jelas semua sudah terlambat," tegas Amien. Guru besar ilmu politik UGM itu menilai pemerintah lambat dalam menangani berbagai bencana di tanah air, termasuk gempa bumi di DIY dan Jateng. Lambat dalam bertindak ini secara tidak langsung menjadi ciri khas pemerintahan SBY-Kalla. Seharusnya pemerintahan SBY belajar dari kasus penanganan bencana tsunami di Aceh tapi kemudian jangan diulangi lagi berikutnya."Lihat saja, masyarakat juga masih terlantar di tengah janji-janji fatamorgana yang pernah dijanjikan. Ini menunjukan bahwa pemerintahan SBY-Kalla itu selalu terlambat," katanya.Dia juga setuju apabila saat ini adanya banyak pihak yang menyuarakan masalah reshuffle kabinet karena dinilai terlalu lamban dalam menangani berbagai masalah seperti bencana. "Segera direshuffkle. Sebab kalau dibiarkan, masalahnya akan menggunung dan akan muncul masalah besar berikutnya," kata Amien. (asy/)


Berita Terkait