RI Minta Pasukan TNI Ditempatkan di Jalur Biru Libanon
Kamis, 07 Sep 2006 14:12 WIB
Jakarta - Pemerintah Indonesia berharap pasukan TNI bisa ditempatkan di daerah jalur biru dan sekitarnya di Libanon. Sebab, daerah penyangga antara Israel dan Libanon ini merupakan daerah korban pertempuran paling parah."Bila kompi zeni disertakan, kita akan membersihkan ranjau dan sisa bom di situ," ujar Menteri Pertahanan Juwono Sudarsono kepada wartawan di sela-sela rapat sidang kabinet di Kantor Presiden, Jl Veteran, Jakarta, Kamis (7/9/2006).Namun demikian, Juwono menyerahkan masalah lokasi penempatan pasukan TNI kepada Dewan Keamanan (DK) PBB dan United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) di bawah pimpinan Prancis. "Kita sekarang menunggu masalah penempatan ini," tandas Juwono.Diterangkan Juwono, sesuai jadwal tim advance (pendahuluan) TNI akan berangkat pada 20 September mendatang. Sementara, tim utama akan menyusul sepekan kemudian.Namun untuk pemberangkatan pasukan Yonif Mekanis TNI ke Libanon ini membutuhkan keputusan presiden (keppres) sebagai payung hukum pencairan dan penggunaan dana awal Rp 355 miliar. "Ini yang siang ini akan saya dan Pak Hassan (Menlu Hassan Wirajuda) lakukan dengan Panitia Anggaran DPR," jelas Juwono.
(zal/sss)











































