Perdagangan Perempuan Indonesia Meningkat Tiap Tahun

Perdagangan Perempuan Indonesia Meningkat Tiap Tahun

- detikNews
Kamis, 07 Sep 2006 12:49 WIB
Jakarta - Trafiking (perdagangan manusia) perempuan Indonesia setiap tahunnya mengalami peningkatan. Sejak bulan Maret 2005 hingga April 2006 tercatat sudah sekitar 900 perempuan yang menjadi korban.Dari jumlah tersebut, 52 persen di antaranya dieksploitasi sebagai pembantu rumah tangga (PRT) dan 17 persen diperdagangkan untuk menjadi pelacur. Angka ini menggenapi jumlah 1.022 korban trafiking pada kurun waktu yang sama.Demikian makalah yang disampaikan oleh anggota Komnas Perempuan Tati Krisnawati dalam seminar dan peluncuran buku "Laporan Kependudukan 2006" di Hotel Novotel, Jl Gunung Sahari, Jakarta, Kamis (7/9/2006).Menurut Tati, dari data Komisi Nasional Anti Kekerasan terhadap Perempuan memang kecenderungannya menunjukkan kenaikan sejak tahun 2002. Untuk tahun 2002 tercatat 320 kasus perdagangan perempuan dan meningkat dua kali lipat pada tahun 2003 menjadi 800 kasus.Tahun 2004 angka perdagangan perempuan sempat turun menjadi 562 kasus. Akan tetapi, untuk tahun 2005 angka kasus perdagangan perempuan ini kembali meningkat dua kali lipat menjadi 1.165 kasus.Menanggapi kecenderungan ini, Ketua Ikatan Peminat dan Ahli Demografi Indonesia Rozy Munir mengatakan, hal ini merupakan konsekuensi dari globalisasi. Kasus trafiking merupakan efek negatif dari perpindahan migran di seluruh dunia."Kenaikan ini lantaran keuntungan bisnis ini menggiurkan. Setelah senjata dan narkoba, perdagangan manusia menempati posisi favorit dalam mendatangkan keuntungan, maka segala jalan dilakukan," jelas Rozy di sela-sela acara tersebut. (zal/sss)


Berita Terkait