SBY Tak Selamanya Jadi Presiden, PD Harus Mandiri
Kamis, 07 Sep 2006 12:37 WIB
Jakarta - SBY tidak akan selamanya menjadi presiden. Untuk itu, Partai Demokrat (PD) harus menghilangkan ketergantungan pada figur SBY.Hal itu disampaikan Wakil Sekjen DPP PD Syarief Hasan di sela-sela Rapimnas PD di Hotel Sahid, Jl Jenderal Sudirman, Jakarta, Rabu (7/9/2006)."PD akan selalu hadir, sementara SBY menjadi presiden dibatasi konstitusi. Artinya partai harus eksis dan ketergantungan terhadap figur harus dikurangi" kata Syarief.Namun diakui Syarief, figur SBY akan selalu menjadi tokoh partai bagi PD. Hal ini mengingat jasa SBY yang cukup besar terhadap PD."Gagasan lahirnya PD dari beliau. Jadi PD memang akan selalu indentik dengan SBY," ungkap Syarief memuji.Pujian Syarief terhadap SBY tidak sampai di situ. Menurutnya, SBY adalah tokoh yang bijaksana. Meski menjabat sebagai ketua Badan Pembina PD, SBY tidak pernah melakukan intervensi terhadap kebijakan DPP PD. Sebagai presiden, SBY juga tidak pernah melakukan intervensi terhadap partai."Partai kan sudah ada yang menjalankan, jadi tidak ada intervensi itu," celoteh Syarief.Bantah Konflik di PDMenyinggung soal isu adanya konflik di PD, Syarief mengatakan hal itu tidak benar. Kalau pun ada, hal itu masih dalam skala yang sangat kecil dibandingkan kekisruhan di partai lain."Buktinya seluruh DPC dan DPD hadir, SBY juga datang. Ini indikator pola organisasi yang bagus. Yang jelas demokrasi itu harus tetap dikendalikan. Soal gesekan adalah hal yang wajar," katanya.Seperti diberitakan, salah satu ketua DPP PD, Yus Sudarto mengundurkan diri. Konon alasan di balik keputusan itu adalah Yus kecewa terhadap kebijakan DPP yang mendominasi Musyawarah Daerah (Musda) dan Musyawarah Cabang (Muscab). Yus menilai, DPP berupaya menggolkan orang-orangnya untuk kepentingan pribadi pada Pemilu 2009.
(djo/)











































