Polisi Solo Gagalkan Upaya Penipuan Uang
Rabu, 06 Sep 2006 19:42 WIB
Solo - Tim gabungan Polwil Surakarta dan Poltabes Surakarta membongkar sindikat penipuan uang. Diperkirakan uang Rp 16 miliar akan masuk ke kantong sindikat penipu tersebut, jika pelaku tidak segera digrrebek di rumah kontrakan mereka di Jalan Kelud Barat No 2, Pundungrejo, Kadipiro, Solo.Penggrrebrekan dan penggeledahan sebuah di rumah kontrakan itu dilakukan Rabu, (6/9/2006) sore hingga petang. Dalam penggeledahan itu, di salah satu kamar, polisi menemukan belasan kopor kosong yang ditutupi kain putih dan dilengkapi dupa-dupa.Di rumah itu pula polisi mendapati seseorang bernama Angga, warga Jombang, yang diduga sebagai otak sindikat. Selain itu terdapat juga seorang wanita, teman Angga, yang tak henti-hentinya merokok selama polisi melakukan penggeledahan.Menurut Kasat Reskrim Poltabes Surakarta, AKP Joko Cahyono, penggeledahan itu dilakukan untuk mencegah terjadinya penggandaan uang dengan kedok ritual-ritual tertentu. Selain itu juga dimungkinkan terjadi upaya penipuan."Koper-koper itu hanya dijadikan alat saja, tidak ada isinya. Belum ada tersangkanya, kami masih mendalami kasus ini. Enam orang telah kami amankan dan akan kami bawa ke kantor untuk diperiksa," ujar Joko di lokasi kejadian. Seorang perwira Polwil Surakarta di lokasi mengatakan, jika terlambat beberapa hari saja, setidaknya Rp 16 miliar akan masuk ke kantong sindikat tersebut. Pihaknya mendapat informasi dari sebuah bank tentang ada seorang pengusaha yang hendak mencairkan uang Rp 2 miliar dengan alasan untuk transaksi cengkeh."Pihak bank mencegah pencarian uang itu karena merasa curiga. Setelah kami ikuti ternyata dia hanyalah salah seorang calon korban dan akhirnya kami bisa melacak pelakunya," ujar perwira itu.Ketua RT setempat mengatakan rumah tersebut baru dikontrak selama tiga pekan dan pengontraknya belum melapor kepadanya. "Selama tiga pekan ini tidak ada kegiatan menonjol di rumah ini. Bahkan sering sepi dan tertutup," ujar Bambang Sulasno, Ketua RT 4 RW XV, Pundungrejo, Kadipiro, Solo.Dollar Murah Beberapa calon korban yang semula menginap di Hotel Agas, Solo, juga dibawa ke lokasi oleh polisi. Mereka mengaku ditawari uang dollar Amerika dengan harga murah. Calon korban bernama Malawi asal Aceh mengaku Selasa pekan lalu dia ditawari Rp 8.500/US$, namun harus menukarkan minimal Rp 500 juta."Saya sanggup saja memberikan tapi harus terbuka, artinya saya lihat dulu dollar-nya itu asli atau tidak. Jika ternyata asli, maka saya baru akan menyerahkan uang rupiahnya. Hingga saat ini saya belum melihat uang dollar yang ditawarkan itu," ujarnya.Hal serupa juga dikemukakan Nuqman, yang mengaku pengusaha penanaman pohon jarak di Jawa Barat. Dia mengaku dikenalkan dengan Angga lewat perantara di sebuah hotel dekat Bandara Adi Sumarmo, Solo. Dia mengaku sanggup menyetor uang sebesar itu atau bahkan lebih jika memang uang dollar itu asli.Nuqman mengaku pernah diberi tiga lembar uang kertas senilai US$ 300 dan ternyata memang asli. Dia juga sudah memberikan uang Rp 3 juta kepada Angga sebagai tanda mata saja. "Rencananya malam Jumat nanti transaksi itu akan dilakukan," ujarnya yang dibenarkan oleh Malawi.Waskito, calon korban yang lain, mengaku telah memberikan uang Rp 9,9 juta kepada Angga, juga dengan alasan untuk tanda mata sebelum transaksi sebenarnya. Uang Waskito ini termasuk yang dijadikan barang bukti oleh polisi bersama belasan koper, kain, puluhan karung plastik dan dua unit mobil milik pelaku.
(asy/)











































