Banyak Ban Pesawat Pecah, KNKT Minta Maskapai Disiplin
Rabu, 06 Sep 2006 14:00 WIB
Jakarta - Berkaca dari banyaknya insiden pesawat yang mengalami pecah ban, KNKT meminta maskapai penerbangan memenuhi prosedur yang berlaku agar kecelakaan dapat diminimalisir."Asalkan masing-masing maskapai mengikuti dan memenuhi prosedur yang ada, pasti kecelakaan akan diminimalisir. Tetapi karena terlalu banyak maskapai bermunculan, kadang mereka tidak memenuhi syarat seperti penyimpanan barang, pergudangan yang mungkin bisa merusak alat-alat seperti ban," terang Ketua KNKT Setio Raharjo.Hal ini disampaikan dia saat ditemui detikcom di kantornya, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Rabu (6/9/2006).Dikatakan dia, banyak faktor yang menyebabkan ban pesawat pecah antara lain wacana ban pesawat divulkanisir, dan ada juga wacana banyaknya batu-batuan dan skrup yang ada di landasan."KNKT pengawasan tidak sampai ke situ. Itu tanggung jawab masing-masing maskapai," ujarnya.Menurut dia, tim audit independen gabungan akan menyelidiki maskapai yang ada secara bergiliran."Kalau ditemukan sesuatu potensial menyebabkan kecelakaan, tim akan melaporkan dan merekomendasikan ke Dirjen Udara untuk diselidiki," kata Setio.Sanksinya? "Ada dari Dirjen Udara sebagai regulator, bukan KNKT dan tim gabungan," cetusnya.Pecah ban pesawat pernah dialami Wings Air di Bandara Adisucipto pada 1 Juni 2006. Pesawat Sriwijaya Air juga mengalami kasus serupa pada 28 Juni. Demikian pula dengan Lion Air di Bandara Hasanuddin, Makassar pada 6 Mei. Pesawat AdamAir juga mengalami pecah ban pada Minggu (4/9/2006) di Bandara Soekarno-Hatta.
(aan/)











































