Pemakaman 'Croc Hunter' Ditunda
Rabu, 06 Sep 2006 13:17 WIB
Jakarta - Kepedihan masih menyelimuti keluarga dan fans Steve Irwin. Kepergian host 'Crocodile Hunter' yang begitu tiba-tiba itu membuat mereka tak ingin melepaskannya begitu cepat."Ini benar-benar saat-saat yang menyedihkan bagi semua orang, dan seperti yang bisa dibayangkan, hal itu tidak akan berlalu dengan cepat," kata teman dekat Steve, John Stainton.Menurut dia, akan butuh beberapa hari lagi sebelum rencana pemakaman Steve diumumkan. Demikian dilaporkan ABC News, Rabu (6/9/2006)."Keluarga dan sahabat Steve butuh waktu bersama-sama dan mencoba membahas apa yang harus kami lakukan untuk beberapa hari ke depan. Jalani sehari demi sehari. Hanya itu yang bisa kami lakukan," kata Stainton yang juga produser acara televisi 'Crocodile Hunter' ini.Steve menemui ajal pada 4 September 2006 saat mendokumentasikan kehidupan di bawah laut Great Barrier Reef di Pelabuhan Douglas, Queensland. Dadanya disabet ekor berduri ikan pari yang beracun. Istrinya, Terri saat itu sedang melakukan ekspedisi mendaki gunung di Tasmania. Ekspedisi langsung dihentikan dan Terri terbang ke Queensland.Setelah diotopsi di Cairns, jasad Steve diterbangkan ke kediamannya di Sunshine Coast, Queensland pada 5 September 2006. Pria berusia 44 tahun ini meninggalkan istri dan 2 anak. Ratusan juta fans Steve di seluruh dunia berbelasungkawa. Bahkan PM Australia John Howard juga langsung menyampaikan rasa dukacitanya.Kepala Negara Bagian Queensland Peter Beattie menawarkan pemakaman kenegaraan terhadap Steve. Dia juga mengusulkan ada penghargaan khusus atau membuat taman nasional atas nama Steve sebagai tanda penghormatan."Kami harus membahas semua hal secara perlahan. Kian hari kami mungkin semakin mendekati kesepakatan mengenai apa yang akan kami lakukan untuk Steve," kata Stainton.Pemimpin Oposisi Lawrence Springborg berpendapat, keluarga Steve harus diberikan waktu untuk mempertimbangkan ide apa yang tepat sebagai tanda peringatan permanen untuk Steve."Steve itu benar-benar seorang Queenslander yang hebat. Dia benar-benar orang Australia yang luar biasa. Kehilangan dia benar-benar sebuah tragedi. Banyak orang merasakan kepedihan yang sama dan semuanya berduka. Jadi yang bisa kita lakukan adalah memberikan waktu kepada keluarganya untuk berduka agar bisa memikirkan apa yang harus mereka perbuat," imbau Springborg.
(sss/)











































