Pangeran Lahir, Jepang Lega
Rabu, 06 Sep 2006 13:16 WIB
Jakarta - Masyarakat Jepang gembira dan lega dengan kelahiran bayi laki-laki dari rahim Putri Kiko, istri Pangeran Akishino. Ini merupakan kelahiran bayi laki-laki pertama dalam keluarga kerajaan Jepang selama kurun waktu lebih dari empat dekade."Saya lega karena bayi laki-laki telah lahir," kata Toshihiro Sasaki, seorang pria berusia 29 tahun yang bekerja sebagai systems engineer di Tokyo."Sistem pria sebagai pewaris kerajaan telah berlangsung selama sekitar 1.500 tahun, saya pikir tradisi itu harus dijaga," imbuhnya.Ayah bayi yang telah lama dinanti-nanti itu, Pangeran Akishino adalah putra kedua Kaisar Akihito. Putra pertamanya, Pangeran Naruhito yang beristrikan Putri Masako baru memiliki satu anak perempuan yang diberi nama Aiko (4).Demikian seperti diberitakan kantor berita AFP, Rabu (6/9/2006).Pasangan pewaris takhta Jepang itu sudah pasti turut gembira dan lega atas kelahiran putra Pangeran Akishino. Putri Masako pernah mengalami stres dalam upayanya menyesuaikan diri dengan tradisi istana. Belum lagi karena adanya desakan untuk melahirkan bayi laki-laki.Sesuai tradisi kerajaan Jepang, yang bisa naik takhta hanyalah kaum pria. Namun karena selama berpuluh-puluh tahun tidak ada bayi laki-laki yang lahir dalam keluarga kerajaan Jepang, belakangan muncul gagasan untuk mengubah aturan kerajaan yang akan mengizinkan perempuan naik takhta.Namun karena bayi laki-laki kini telah dilahirkan, perdebatan soal itu terhenti. "Saya lihat perdebatan itu berhenti begitu saja," tutur Koichi Yokota, pakar hukum konstitusi di Universitas Ryutsu Keizai di Ibaraki.Namun ada pula yang menganggap bahwa perdebatan soal perubahan hukum kerajaan perlu dilanjutkan."Tidak perlu bertahan pada pewaris pria. Tak peduli jenis kelaminnya, siapapun yang berada di garis keturunan berikutnya sebaiknya bisa naik takhta," kata Mai Yanagida, perempuan Jepang berusia 20 tahun.Saat ini bayi yang baru dilahirkan itu berada di urutan ketiga sebagai pewaris takhta kerajaan Jepang setelah pamannya, Pangeran Naruhito dan ayahnya Pangeran Akishino.
(ita/)











































