Markas Koperasi DSN Dirusak, Ditunggui Para Korban
Rabu, 06 Sep 2006 13:15 WIB
Yogyakarta - Markas Koperasi Dharma Sejahtera Niaga (DSN) seperti rumah yang tak bertuan. Tampak kocar-kacir, tak beraturan. Sejumlah kaca jendela pecah dirusak massa.Police line melingkari rumah berpagar besi itu. Puluhan korban terus nyanggong di rumah tersebut sejak 1 September 2006 hingga kini.Rumah yang menjadi kantor koperasi DSN milik Unsy Suryati ini beralamat di Jl Monumen Jogja Kembali (Monjali) No 108, Yogyakarta. Letaknya di sebuah gang, beberapa meter dari jalan raya dan berjarak sekitar 1,5 km dari Monjali.Markas DSN ini tidak begitu besar. Lebar lahan ini sekitar 10 meter. Di lahan ini berdiri sebuah rumah bercat warna cokelat muda, yang sebagian ruangannya dijadikan toko sembako. Ada pekarangan yang tidak seberapa luas. Di dekat pagar terpampang papan bertuliskan 'Koperasi Dharma Sejahtera Niaga'.Sejak 1 September 2006 lalu, markas DSN ini jadi sasaran para nasabahnya. Para nasabah marah, karena janji-janji yang disampaikan pengelola koperasi ini tidak terealisasikan. Pembagian bonus seret di akhir Agustus. Saat para nasabah menelepon ke pengelola koperasi, tidak ada jawaban.Lantas, mereka pun mendatangi markas koperasi ini. Tapi, para pengelola sudah tidak ada. Bahkan, markasnya sudah dipasangi police line. Pemilik koperasi Unsy Suryati juga sudah ditangkap polisi.Saat itu, para nasabah baru merasa tertipu. Lantas, sejak saat itu, puluhan korban terus mendatangi markas itu untuk mendapatkan kejelasan mengenai dana yang telah mereka investasikan. Bahkan, karena marah, sekitar tiga hari lalu, sebagian korban merusak kantor koperasi ini.Saat detikcom mengunjungi kantor koperasi ini, tampak sejumlah kaca jendela di bagian samping pecah. Informasi yang berkembang, kaca-kaca itu pecah karena dilempari oleh para korban yang tampak emosi dengan aksi penipuan ini.Hingga pukul 12.55 WIB, puluhan korban masih tampak menunggui kantor koperasi DSN ini. Mereka melakukan konsolidasi dan menunggu pengelola koperasi untuk menanyakan nasib dana mereka. Namun, hingga sekarang, tak ada seorang pun pengurus koperasi yang datang. Mereka masih sabar menunggu.
(asy/)











































