Menlu: RI Berpeluang Besar Masuk Anggota DK PBB
Rabu, 06 Sep 2006 12:17 WIB
Jakarta - Indonesia berpeluang besar menjadi anggota tidak tetap Dewan Keamanan (DK) PBB karena dari 3 wakil Asia hanya tinggal Nepal dan Indonesia yang mencalonkan diri."Sebenarnya ada Korea Selatan, namun dalam perkembangannya karena harus mencalonkan dua posisi penting termasuk Sekjen PBB jadinya Korea Selatan mundur," ujar Menlu Hassan Wirajuda usai pembukaan program beasiswa seni dan budaya ASEAN+3 dan Pacific di Deplu, Jalan Pejambon, Jakarta, Rabu (6/9/2006).Menurut Menlu, pemerintah sudah melakukan berbagai pendekatan dengan banyak negara untuk meminta dukungan mereka atas pencalonan Indonesia di DK PBB. Selain itu berbagai kegiatan yang mendukung aktivitas perdamaian dunia juga dijadikan penilaian bagi negara lain terhadap Indonesia."Menurut kalkulasi kita dengan dukungan yang cukup besar yang kita peroleh besar harapan kita untuk terpilih pada tahun ini," ujar Wirajuda.Pemilihan anggota tidak tetap DK PBB ini akan dilakukan melalui sidang majelis umum PBB yang akan digelar pada Oktober 2006.Menlu menambahkan, pengiriman pasukan perdamaian ke Libanon melalui United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL) akan semakin memperkokoh profil Indonesia sebagai penjaga perdamaian dunia. "Jika terpilih nanti, agenda utamanya adalah berkontribusi maksimal untuk menciptakan perdamaian dunia," jelas Wirajuda.
(san/)











































