Harta Karun Peninggalan Dinasti Abad X Akan Dilelang
Rabu, 06 Sep 2006 11:51 WIB
Jakarta - Temuan harta karun peninggalan 5 dinasti di abad ke X dipastikan akan dilelang dan dijual ke publik lewat lembaga lelang internasional."Kami akan memanfaatkan temuan itu secara ekonomis lewat lelang atau koleksi negara di museum. Dapat saja bekerjasama dengan balai lelang internasional," kata Kepala Pusat Data dan Informasi Departemen Kelautan dan Perikanan Aji Sularso saat jumpa pers di kantornya, Jalan Ridwan Rais, Jakarta, Rabu (6/9/2006).Saat ini proses lelang itu tengah menunggu hasil kajian dari Departemen Keuangan lewat Dirjen Piutang dan Lelang Negara. "Dirjen itu yang akan menggodog siapa saja dan berapa saja yang akan dilelang. Pemerintah memang punya hak untuk menentukan berapa yang akan dijual," ujar dia.Departemen Kelautan dan Perikanan belum bisa memastikan kapan lelang akan dilakukan sebab masih dibahas di tingkat dirjen. Namun dari balai lelang sudah sangat berminat."Nilai harta karun itu cukup besar. Berdasarkan hasil rapat informal dengan balai lelang Christy yang berpusat di Belanda nilainya mencapai US$ 20 juta. "Namun kami meminta US$ 40 juta karena pada waktu itu taksiran Christy baru sekitar 40 persen dari yang diangkat," jelasnya.Jumlah total barang antik itu mencapai 155.685 buah yang terdiri dari keramik, gelas, piring, koin, gagang pedang berlapis emas, batu mulia, giok Cina dan lainnya. Sedangkan kondisi yang bisa dipermak ulang mencapai 76.987. Saat ini benda-benda itu disimpan di daerah Pamulang, Tangerang, Banten serta di save deposit Bank Mandiri Plaza Sudirman, Jakarta.Dana hasil penjualan akan masuk ke kas negara. Pemda Cirebon dipastikan tidak akan memperoleh bagian karena benda-benda itu ditemukan di 75 mil utara laut Cirebon yang masuk perairan nasional."Kami sejauh ini belum bisa mengetahui bagi hasil atau share dengan pihak eksplorer atas hasil jual. Itu urusan Dirjen Piutang dan Lelang Negara," jelas Aji Sularso.
(san/)











































