Pendapatan Besar, Aneh Kok BP Parkir Rugi Terus
Rabu, 06 Sep 2006 10:00 WIB
Jakarta - Pendapatan DKI Jakarta dari parkir kendaraan sebenarnya sangatlah besar jika diperhitungkan dari volume kendaraan bermotor yang ada di Jakarta. Namun anehnya, Badan Pengelola (BP) Parkir yang mengurus perparkiran malah merugi terus."Aneh di Jakarta ini. Pendapatan dari parkir itu mestinya sangat besar, tapi BP Parkir malah merugi terus," ujar Direktur Eksekutif Institut Studi Transportasi Darmaningtyas kepada detikcom, Rabu (6/9/2006) menanggapi klaim meruginya BP Parkir.Seharusnya dengan dana sebesar itu, Jakarta sudah memiliki lahan parkir yang moderen, besar dan mudah diakses pengguna jalan. "Dana itu bisa membangun lahan parkir yang besar, bagus dan mudah diakses," ujar pria yang pernah meneliti sistem transportasi di Bogota, Kolombia ini.Dengan biaya yang minim dan pendapatan yang besar, tentu saja aneh jika BP Parkir merugi terus. "Sebetulnya tidak ada cost, justru itu kita harus bertanya BP Parkir kok merugi? Akal sehat saja, uangnya ke mana?," kata Darmaningtyas heran.Darmaningtyas mencurigai ada pihak-pihak yang bermain di bisnis parkir ini sehingga merugikan keuangan negara. "Banyak pihak yang bermain di parkiran itu mengambil keuntungan besar," kata Darmaningtyas.
(asy/)











































