2 tahun Munir, SBY Harus Tegaskan Kembali Komitmennya

2 tahun Munir, SBY Harus Tegaskan Kembali Komitmennya

- detikNews
Rabu, 06 Sep 2006 06:25 WIB
Jakarta - Sudah 2 tahun kasus Munir belum juga terkuak tuntas. Hanya Pollycarpus yang dikenai pidana atas pembunuhan mantan aktivis HAM tersebut. Pihak keluarga dan teman-teman almarhum menuding ada alasan politis yang kuat sehingga kasus pembunuhan ini tidak diusut tuntas."Persoalannya bukan di level teknis, tinggal kemauan presiden lalu polisi. Tapi ada kecenderungan sikap Presiden SBY (Susilo Bambang Yudhoyono) untuk menimbang-nimbang bila dampak kasus ini dibongkar. SBY cenderung menghindari implikasi politik," kata koordinator Kontras Usman Hamid, kepada detikcom di Jakarta, Rabu (6/9/2006).Menurut Usman, kunci membuka kasus ini ada di tangan presiden. Polisi hanya mengikuti irama politik, sebab itu presiden harus menyatakan kembali kemauannya untuk mengusut tuntas kasus ini."Sudah 2 tahun, kita berharap presiden menegaskan komitmennya dengan membentuk tim baru atau memerintahkan polisi untuk kembali mengusut tuntas kasus ini," cetusnya.Usman menuturkan jika hanya kendala teknis yang menjadi hambatan polisi seperti pollycarpus yang tidak mau memberikan informasi maka persoalan ini tidak akan menemukan kemajuan yang signifikan."Padahal polisi punya otoritas untuk melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi tambahan, juga melakukan penggeledahan dan penyitaan, termasuk meminta rekaman pembicaraan kepada telkom," urai Usman.Selain itu kendala olah tempat kejadian perkara (TKP) yang juga dijadikan alasan polisi menjadi faktor penghambat pengusutan kasus ini, menurut Usman hanya alasan yang dibuat-buat."Argumen polisi tidak beralasan, pihak Belanda tidak melakukan olah TKP, karena itu otoritas pihak Indonesia. Saya curiga polisi tidak serius mengusut tuntas kasus ini," ucapnya.Usman juga menyatakan selama ini tim di DPR yang dibentuk pun tidak bekerja maksimal sehingga kemajuan untuk membuka kasus ini sulit dicapai. "Apa yang telah dikerjakan tidak cukup hanya menjelaskan kendala dan masalahnya, tapi seharusnya harus biasa membuka semuanya," tandas Usman. Menjelang 2 tahun terbunuhnya Munir pada 7 September sejumlah acara pun telah disiapkan, seperti peluncuran buku, malam apresiasi dan diskusi tentang pembelaan HAM. (ndr/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait