Mendiknas di Den Haag
Belanda Tahu Indonesia Lebih Baik
Selasa, 05 Sep 2006 21:55 WIB
Den Haag - Mendiknas mendukung upaya bekerjasama dengan universitas luarnegeri. Dan Belanda menjadi prioritas, sebab Belanda tahu Indonesia lebih baik.Hal itu disampaikan Mendiknas dalam sambutan acara pembukaan tahun akademik 2006-2007 di Universitas Maastricht, Belanda, seperti diulang kepada detikcom di Den Haag, Senin malam atau Selasa (5/9/2006) WIB."Saya mendukung sepenuhnya upaya universitas top Indonesia bekerjasama dengan universitas luarnegeri. Dalam konteks ini Belanda menjadi prioritas, sebab latarbelakang sejarah menjadikan universitas Belanda tahu Indonesia lebih baik daripada negara-negara lainnya," kata Bambang.Ditambahkan, bahwa faktor-faktor itu juga membuat pemahaman lintas kebudayaan antara mahasiswa atau fakultas kedua negara dapat lebih mudah dikembangkan.Dukungan tersebut dilandasi pertimbangan bahwa saat ini pengaruh globalisasi serta kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah menggiring banyak negara untuk sadar akan pentingnya pendidikan lintas batas negara dan multikultural."Penyiapan pemimpin dan masyarakat masa depan untuk dunia dengan interdependensi tinggi, itu memerlukan sistem pendidikan yang mempromosikan keragaman kebudayaan dan memajukan pemahaman antarkebudayaan, saling menghormati dan toleransi antar sesama manusia," papar Bambang. Menurut Bambang, internasionalisasi pendidikan tinggi seperti itu memberi kontribusi untuk membangun bukan hanya blok ekonomi yang kompetitif dan politik regional yang berpengaruh, tetapi juga merepresentasikan komitmen untuk solidaritas internasional dan membantu membentuk iklim global yang damai.Dalam kaitan ini universitas-universitas di Belanda mendapat prioritas karena alasan di atas. Dikatakan, bahwa institusi-institusi tersebut nantinya perlu mendapat insentif untuk memantapkan program pertukaran internasional dalam pendidikan dan riset dengan lembaga terkemuka. Insentif ini termasuk beasiswa dan dukungan finansial lainnya."Hubungan politik antara kedua negara dapat naik turun, tapi hubungan bangsa antara kedua negara tidak. Itu harus dirawat agar stabil, ramah, damai, dan bersahabat. Dan kerjasama di bidang pendidikan adalah metode terbaik untuk menciptakan dan melanggengkan hubungan itu," demikian Bambang.
(es/)











































