Merasa Didiskriminasikan Daan Menangis Baca Pledoi

Merasa Didiskriminasikan Daan Menangis Baca Pledoi

- detikNews
Selasa, 05 Sep 2006 21:06 WIB
Jakarta - Terdakwa segel surat suara KPU Daan Dimara merasa sedih. Sebab dia merasa pengadilan Tipikor dan KPK bertindak tidak adil terhadapnya. Dosen Universitas Cendrawasih itu pun tak kuat menahan pilu dan meneteskan air mata.Peristiwa ini terjadi ketika Daan sedang membaca pledoi (pembelaan) yang berjudul 'Orang Papua Mempertahankan NKRI Akhirnya Mendapat Balasan di Bui' atas tuntuttan 6,6 tahun penjara dari jaksa penuntut umum (JPU) di Pengadilan Tipikor, Jl HR Rasuna Said, Jakarta, Selasa (5/9/2006)."Saya tidak bermaksud untuk memperkaya diri sendiri. Jika saya didakwa karena menerima duit, maka anggota KPU yang lainnya juga harusnya bisa diajukan ke persidangan," kata Daan sambil terbata-bata menahan rasa pedih dalam hati.Daan yang mengenakan jas berwarna hitam merasa sedih karena selama ini dirinya sudah melakukan yang terbaik bagi bangsa Indonesia ketika menjadi anggota KPU, namun dirinya malah mendapat balasan berupa kurungan di bui."Saya berasal dari keluarga marginal atau kelas dua di NKRI. Kita sering diperlakukan secara tidak adil," jelas Daan.Sambil berbicara dengan nada terbata-bata, Daan juga mengatakan, permintaan pengembalian uang ganti rugi kepada negara merupakan suatu hal yang berlebihan."Itu sama saja merupakan tindakan rampok jaksa terhadap saya," papar Daan.Setelah Daan membacakan pledoi, kemudian dilanjutkan dengan pembacaan pledoi dari kuasa hukum Daan Dimara, Erick S Paat. Sidang pun akhirnya ditunda hari Rabu, 6 September 2006 dengan agenda pembacaan replik dari JPU. (ndr/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads