Liberalisasi Pasar Menyempitkan Fungsi Kontrol Media

Liberalisasi Pasar Menyempitkan Fungsi Kontrol Media

- detikNews
Selasa, 05 Sep 2006 17:15 WIB
Jakarta - Maraknya majalah impor yang di-Bahasa Indonesia-kan terlebih dahulu dinilai sebagai konsekuensi pasar bebas yang dianut oleh pers di Indonesia. Kondisi ini menguntungkan karena dapat mendongkrak daya saing pers dalam negeri sekaligus memprihatinkan karena mengurangi fungsi kontrol media. Hal ini terungkap dalam diskusi dan peluncuran buku "Potret Jurnalis Indonesia: Survei AJI Tahun 2005" di Jakarta Media Centre, Jalan Kebon Sirih, Jakarta, Selasa (5/9/2006). "Ingat, tak ada regulasi di sini. Ini adalah pasar yang sepenuhnya liberal. Sebagai contoh, diprotes sekeras apa pun majalah Playboy tak tertahankan kok, " kata Pemred Tabloid Kontan Yophie Hidayat memberikan gambaran. Menurut Yophie, akibat liberalisasi pasar yang menuruti selera pasar, fungsi kontrol media menjadi berkurang. "Inilah selera pasar. Maunya memang yang enteng, bombastis, ringan, enak dibaca setelah itu dibuang. Persetanlah dengan fungsi kontrol independen," katanya. Ia juga menyayangkan saking banyaknya selera pasar yang dituruti, media lebih mengutamakan keuntungan daripada fungsi edukasi dan kontrol masyarakat. "Seperti dalam dunia televisi, masyarakat selalu komplain karena kualitasnya makin menurun, penuh darah, misteri dan mimpi. Tapi itulah kemauan pasar yang harus diikuti manajemen televisi kalau tidak mau bangkrut," katanya menambahi. (nrl/)


Anda menyukai artikel ini

Artikel disimpan

Berita Terkait