Sumsel KLB Virus Chikungunya

Sumsel KLB Virus Chikungunya

- detikNews
Selasa, 05 Sep 2006 14:48 WIB
Palembang - Sumatera Selatan (Sumsel) diserang virus chikungunya yang disebarkan nyamuk Aedes albalytcus. Akibatnya, 501 warga Desa Sungai Buah, Kecamatan Rambutan, Kabupaten Banyuasin, Sumsel menjadi korban dari virus yang bisa mengakibatkan demam tinggi itu. Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Sumsel Syahrul Muhammad kepada pers di Palembang, Selasa (5/9/2006) membenarkan persoalan tersebut. Kata dia, serangan virus chikungunya yang menyerang warga Desa Sungai Buah tersebut termasuk dalam status KLB (kejadian luar biasa). Virus chikungunya tersebut telah menyerang warga sejak Juli 2006. Kondisi KLB serangan virus chikungunya di Sumsel juga pernah terjadi di Kabupaten Muara Enim tahun 1999. Sebagai langkah antisipasi penyebaran virus tersebut, Dinas Kesehatan setempat melakukan upaya pencegahan penyebaran virus chingkungunya dengan cara mengisolir Desa Sungai Buah dan juga melakukan fogging atau pengasapan. Serangan virus nyamuk Aedes Albalytcus sampai akhir Agustus 2006 telah menyerang 501 korban dari 3.181 jiwa penduduk Desa Sungai Buah. Selain melakukan isolasi, Dinas Kesehatan Sumsel bersama BTKL (Balai Teknik Kesehatan Lingkungan) dan Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuasin mengambil 100 sampel darah dari 501 orang terserang virus chikungunya. Juga diambil 60 sampel air dari lokasi di sekitar tempat kejadian. Sampel tersebut kemudian dikirim ke Pusat Litbang Departemen Kesehatan di Jakarta. Menurut Syahrul Muhammad, penyakit ini tidak berbahaya dan tidak sampai menyebabkan kematian. "Namun begitu, daerah sekitar Desa Sungai Buah harus waspada, khususnya yang dalam radius 10 km," katanya. Kepala Dinas Kesehatan Sumsel juga menginstruksikan Puskesmas yang ada di daerah sekitarnya untuk siaga mengingat penularan penyakit chikungunya berlangsung sangat cepat. "Saya berharap early warning system dari puskesmas berjalan, sehingga jika ada lebih dari satu kasus dengan gejala yang sama untuk segera melapor. Kita juga mendirikan posko pengobatan gratis di daerah terjangkit," ujar dia. Daerah yang terserang virus chikungunya, menurut Syahrul Muhammad, umumnya daerah atau wilayah yang lingkungan kebersihannya kurang. Penularan penyakit ini disebarkan melalui nyamuk yang hidup pada air bersih yang ada di rumah warga. "Sebenarnya, tren yang bisa terkena chikungunya adalah masyarakat perkotaan yang berpenduduk padat," kata dia. (asy/)


Berita Terkait