Krisis Nuklir Iran
Jerman Tolak Opsi Militer
Selasa, 05 Sep 2006 14:48 WIB
Berlin - Semua opsi termasuk opsi serangan militer bisa saja ditempuh untuk menyelesaikan krisis nuklir Iran. Itu pendapat pemerintah AS. Namun pemerintah Jerman punya sikap berbeda.Kanselir Jerman Angela Merkel menegaskan tidak ada opsi militer dalam menghadapi Iran yang bersikeras menolak menghentikan program militernya.Demikian disampaikan Ulrich Wilhelm, juru bicara Merkel kepada para wartawan lokal di Berlin seperti diberitakan kantor berita resmi Cina, Xinhua, Selasa (5/9/2006)."Kanselir telah menyatakan pandangan bahwa tidak ada opsi militer," tegas Wilhelm. "Pintu untuk negosiasi masih terbuka," imbuhnya.Pemerintah AS menuding Iran tengah mengembangkan senjata nuklir secara diam-diam lewat program nuklir yang dijalankannya. Iran berulang kali membantah tuduhan itu. Ditegaskan Iran, aktivitas nuklir negeri republik Islam itu semata-mata untuk tujuan damai yakni sebagai pembangkit energi. Karena itulah, pemerintah Iran menolak mematuhi ultimatum Dewan Keamanan untuk menghentikan program nuklirnya. Para diplomat senior dari Inggris, Prancis dan Jerman akan bertemu dengan mitra sejawat mereka dari AS, Rusia dan Cina untuk membahas konflik nuklir Iran. Pertemuan itu akan diadakan di Berlin, Jerman pada Kamis 7 September mendatang.
(ita/)











































