Situasi Surabaya Terkendali, 13 Polisi Terluka

Situasi Surabaya Terkendali, 13 Polisi Terluka

- detikNews
Senin, 04 Sep 2006 19:40 WIB
Surabaya - Hingga pukul 19.00 WIB, Senin (4/9/2006), situasi di sekitar Stadion Tambaksari, Surabaya sudah terkendali. Namun, aparat kepolisian masih berjaga-jaga. Sebanyak 13 polisi terluka akibat kerusuhan yang diakibatkan kemarahan massa Bonek (bondo nekat) - sebutan untuk suporter Persebaya. Kerusuhan pecah menjelang akhir pertandingan Persebaya-Arema, yang saat itu berkedudukan 0-0. Tiba-tiba puluhan ribu suporter Persebaya mengamuk. Diduga, mereka kecewa karena Arema hanya mengulur-ulur waktu, untuk mengamankan skor 0-0. Dalam pertandingan sebelumnya, Persebaya dikalahkan Arema 0-1. Kerusuhan yang berawal di dalam stadion, akhirnya merembet ke luar stadion. Massa membakar sejumlah mobil yang ada di depan Stadion Tambaksari, Jl. Tambaksari, Surabaya. Sementara, sedikitnya 13 polisi terluka akibat terkena lemparan batu dan amukan massa Bonek. Salah seorang polisi terluka parah dan dilarikan ke RS Dr Soetomo. Kapolwiltabes Surabaya Kombes Pol Anang Iskandar menolak dikatakan pihaknya tidak melakukan antisipasi pengamanan dalam pertandingan panas ini. "Kita sudah kerahkan 1.000 personel. Hanya saja, mungkin karena Persebaya dulu dikalahkan Arema dan targetnya menang, tapi ternyata skornya imbang. Ini barangkali membuat bonek marah, sehingga ada sedikit korban," kata Kapolwiltabes kepada wartawan di Stadion Tambaksari. Akibat kerusuhan ini, sejumlah Bonek diamankan. Namun, Kapolwiltabes mengaku belum mengetahui data pastinya. "Jumlah (suporter) yang kami amankan masih kami data," ujar dia. Tentang jumlah penonton yang menjadi korban dalam kerusuhan ini, Kapolwiltabes juga mengaku belum mengetahuinya. "Tentunya ada (korban dari penonton). Tapi, kami belum tahu data pastinya," kata Kapolwiltabes. Kapoolwiltabes juga tidak menampik adanya kemungkinan provokator untuk memperkeruh suasana dalam kerusuhan ini. "Berbagai kemungkinan pasti ada," kata dia singkat. Pasca amuk massa, polisi akan mengevaluasi jalannya pertandingan Copa Dji Sam Soe di Surabaya ini. "Tunggu saja, kita akan evaluasi, pengamanannya seperti apa, dan lain-lainnya," kata Kapolwiltabes saat ditanya apakah polisi akan melarang kelanjutan pertandingan Copa Dji Sam Soe. Hingga pukul 19.00 WIB, situasi di Tambaksari sudah normal. Api yang menghanguskan 3 buah mobil di Jl. Tambaksari juga sudah padam. Sementara 1 truk milik Telkom yang memuat parabola dan 1 truk ANTV berhasil diselamatkan dari amukan si jago merah. Namun, kedua truk ini rusak, kaca depan pecah.Sementara itu, para suporter Persebaya dan Arema sudah meninggalkan stadion. Yang masih tampak, hanyalah kerumunan warga Tambaksari yang menyaksikan sisa-sisa kerusuhan. Polisi masih terus berjaga-jaga dan masih menutup Jl. Tambaksari. (asy/)


Berita Terkait