Berkonflik Terus, Dua PKB Tak Dapat Restu PBNU
Senin, 04 Sep 2006 16:31 WIB
Jakarta - Bila PKB Muhaimin Iskandar dan PKB Choirul Anam terus berkonflik dan merasa sebagai pihak yang paling benar, maka PBNU mengambil sikap tidak akan memberi restu untuk keduanya."Sulit untuk merestui salah satu dari mereka. Saat Anam datang ke PBNU tidak lama kemudian Muhaimin datang ke PBNU. Ya Sulit," ujar Ketua PBNU Rozy Munir usai konferensi pers Deklarasi Kyoto World Confrence on Religion and Peace (WCRP) di kantor PBNU, Jl Kramat Raya, Jakarta Pusat, Senin (4/9/2006).Menurut Rozy munculnya wacana pembentukan partai baru sebagai solusi konflik PKB merupakan hal yang tidak perlu dilakukan."Duduklah bersama untuk sebuah parpol dari sayap PBNU yang sehat," pinta Rozy.Ketika ditanya apa langkah yang sudah dilakukan PBNU, Rozy mengatakan, PBNU tidak melakukan apa-apa jika tidak diminta. "Selama ini mereka kan senangnya di pengadilan," sahut Rozy.Ditambahkan mantan Menteri Negara Penanaman Modal dan Pembinaan BUMN di era Gus Dur ini, akibat konflik yang berkepanjangan, muncul kebingungan di kalangan masyarakat bawah. Tidak mustahil bila kemudian mereka berpindah ke parpol lain."Itu akan sangat berpengaruh terhadap pilkada yang akan dilakukan mulai tahun 2007 nanti," tandas Rozy.
(bal/)











































