Gugatan UN Gagal Dibacakan Lagi

Gugatan UN Gagal Dibacakan Lagi

- detikNews
Senin, 04 Sep 2006 13:50 WIB
Jakarta - Persidangan gugatan ujian Nasional (UN) masih jalan di tempat. Memasukisidang yang ketiga, gugatan belum pernah dibacakan. Sidang yang berlangsung di Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Jl Gadjah Mada, Jakarta, Senin (3/9/2006) ini telah dihadiri para kuasa hukum tergugat secara lengkap. Mereka mewakili Presiden SBY, Wapres Jusuf Kalla, Mendiknas Bambang Sudibyo, dan Ketua Badan Standardisasi Nasional Pendidikan (BSNP) Bambang Soehendro.Sidang sebelumnya, majelis hakim meminta perbaikan surat gugatan kepada tim advokasi korban ujian nasional (Tekun) selaku pihak penggugat karena beberapa hal dinilai tidak jelas. Maka kali ini surat gugatan sudah disempurnakan."Sedianya membacakan gugatan, tapi majelis hakim akan meminta pihak tergugat membaca gugatan untuk selanjutnya memeriksa secara formal apakah gugatan ini telah memenuhi mekanisme gugatan bentuk citizen law suit," ujar majelis hakim Andriani Nurdin.Sidang dengan agenda penyampaian pendapat tergugat akan digelar pada 11 September pukul 10.00 WIB.Usai sidang, salah satu anggota Tekun, Patra Zein, mengaku tidak kecewa dengan kebijakan majelis hakim. Alasannya, gugatan bentuk citizen law suit memang belum diatur dalam tata perundangan RI, sehingga wajar bila hakim tidak meminta gugatan langsung dibacakan."Kasus TKI Nunukan juga diajukan gugatan citizen law suit, dan memang seperti ini juga. Jadi kami melihat sih pengadilan bukan hendak mengulur-ulur waktu," kata Patra.Meski demikian, dia optimistis dalam pemeriksaan perkara, majelis hakim memilliki kepedulian atas pendidikan. "Kami yakin bisa menang. Sehingga permohonan penangguhan UN 2006/2007 dikabulkan, sehingga pemerintah otomatis tidak boleh melakukan persiapan UN 2007," imbuh pria yang juga Ketua YLBHI ini.GembiraAir mata tak lagi berbekas di wajah siswa-siswa SMA yang gagal UN 2006. Mereka setia mengikuti sidang dengan bersemangat. Bila pada sidang sebelumnya mereka masih mengenakan seragam SMA, kini tidak lagi.Indah dan Siti Khasnah, misalnya. Usai sidang, mereka bersama teman-temannya tampak berdiskusi dengan pengacara dari Tekun, menanyakan hal-hal yang tidak dimengerti.Usai berdiskusi, siswa-siswa itu lantas berkumpul dan membicarakan sesuatu yang tampaknya tidak serius. "Sebentar lagi puasa, bagus juga kalau buka bersama," cetus salah seorang siswa.Celetukan itu disambut baik oleh yang lain. Mereka pun berniat membicarakan rencana ini lebih serius. Dengan wajah penuh tawa, para abege ini meninggalkan PN Jakpus."Dunia belum berakhir bila aku gagal UN, harus terus berjuang," kata mereka optimistis. (nrl/)


Berita Terkait