Minum Air Lumpur, Menneg LH Terbukti Tidak Kelenger

Minum Air Lumpur, Menneg LH Terbukti Tidak Kelenger

- detikNews
Senin, 04 Sep 2006 11:41 WIB
Denpasar - Menteri Negara Lingkungan Hidup (LH) Rachmat Witoelar meyakinkan bahwa air dari hasil treatment lumpur Lapindo Brantas Inc tidak berbahaya. Dia bahkan pernah mencicipi air itu dan kondisinya tetap baik-baik saja."Saya ternyata tidak kelenger sampai sekarang," kata Rachmat usai acara gerakan pengurangan sampah plastik di Swalayan Tiara Dewata, Jalan Sudirman, Denpasar, Senin (4/9/2006)."Apa itu tidak berbahaya?" tanya wartawan lagi. "Tidak. Saya sudah melakukan. Saya masih hidup sekarang," jawab kakak Wimar Witoelar ini.Apa bener Bapak sudah minum air itu? cecar wartawan lagi. "Sudah. Di TV kan ada," ujar Rachmat meyakinkan.Rachmat menyatakan, air dari lumpur bisa diminum setelah dilakukan treatment 2 kali. "Air dari hasil treatment, ditambah lagi satu treatment bisa diminum," kata pria yang pernah pingsan karena sakit ini.Proses treatment tahap I adalah membebaskan air dari lumpur. Air yang dihaslkan sebanyak 20 persen lalu dijernihkan. Lumpur 70 persen diberi zat-zat kimia menghasilkan lagi 30 persen air. Airnya dijernihkan, lalu dibuang ke laut. "Kalau ada uang, dijernihkan lagi menjadi air minum. Jangan dibuang, air minum dijual aja menyaingi air mineral," bebernya.Dijelaskannya, proses treatment adalah opsi keempat atau terakhir jika luapan lumpur tidak bisa dipadamkan. "Kalau bisa dipadamkan, tidak ada bicara soal treatment atau buang air ke laut karena sudah bisa dimatikan," demikian Rachmat.Ditanya soal pembuangan air lumpur ke laut, Rachmat menegaskan hingga kini belum ada izin. Izin diberikan jika alternatif penanganan selama ini gagal semua. Pembuangan air itu pun setelah di-treatment lebih dulu. "Sekarang dilarang buang apa-apa. Tidak akan diberikan. Akan diberikan kira-kira 4 bulan lagi," ungkapnya. (nrl/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads