Warga Korban Lumpur Ancam Lumpuhkan Ekonomi Jatim

Warga Korban Lumpur Ancam Lumpuhkan Ekonomi Jatim

- detikNews
Senin, 04 Sep 2006 11:15 WIB
Sidoarjo - Warga korban lumpur mengultimatum Lapindo 7x24 jam untuk menyelesaikan bencana lumpur. Jika tidak dipenuhi, warga akan memblokir semua akses jalan menuju Porong.Demikian tuntutan yang dilontarkan warga dalam orasinya saat aksi di depan pendopo Bupati Sidoarjo, Jalan Cokronegoro, Senin (4/9/2006). Sebelumnya mereka menghujani pendopo dengan bebatuan.Sekitar 600 warga dari Desa Permisan, Desa Glagah Arum, Desa Besuki, dan Desa Kebo Guyang ini meminta Bupati Sidoarjo Win Hendrarso dan Lapindo untuk secepatnya membuang lumpur ke Kali Porong."Apabila tuntutan kami dalam 1 minggu tidak dipenuhi, kami akan memblokir jalan akses utama ke Porong," kata salah seorang orator.Tidak hanya sejumlah ruas jalan di Porong, jalur kereta api pun akan diblokir. Jika ini terjadi akses Surabaya-Malang dan Surabaya-Porong terancam lumpuh dan denyut perekonomian pun terganggu.Selain itu, warga juga meminta Lapindo melakukan peninggian tanggul dan membeli tanah warga yang telah tercemar lumpur dengan harga yang pantas. Dalam aksi yang dijaga seratusan aparat ini, warga meminta sang Bupati dan Ketua Satlak Bencana Lumpur Lapindo Syaiful Ilah berorasi di atas truk.Bupati Win Hendrarso bersedia menemui dan berbicara di hadapan warga."Tolong beri kami waktu. Kami juga telah berupaya menghentikan lumpur dan jangan melakukan aksi yang anarkis," kata Win. Mendengar pernyataan sang Bupati, warga pun berteriak: huuuuuuuu! Dalam aksi itu, warga membentangkan spanduk yang bertuliskan "Bupati dan DPRD, kamu bukan bupati Lapindo elingo (sadarlah), Cak", "Rakyat Kebo Guyang siap mati demi kampung halaman. Lapindo lebih kejam dari romusha". (aan/)


Berita Terkait