Penduduk Miskin Naik Jadi 39,05 Juta Orang
Jumat, 01 Sep 2006 16:04 WIB
Jakarta - Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat kenaikan penduduk miskin per Maret 2006 menjadi 39,05 juta orang atau 17,75 persen dari total penduduk 222 juta jiwa.Angka kemiskinan tersebut mengalami kenaikan 3,95 juta orang dibanding Februari 2005 yang sebesar 15,97 persen atau 35,10 juta.Persentase penduduk miskin antara daerah perkotaan dan perdesaan tidak banyak berubah. Pada bulan Maret 2006, sebagian besar (63,41 persen) penduduk miskin berada di daerah perdesaan.Demikian disampaikan oleh Kepala BPS Rusman Heriawan dalam jumpa pers di Gedung BPS, Jalan Dr. Soetomo, Jakarta, Jumat (1/9/2006).Sebelumnya dalam pidato nota keuangan dan APBN di depan sidang paripurna DPR 16 Agustus 2006, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan angka kemiskinan turun.Angka kemiskinan yang dibeberkan menggambarkan penurunan dari 23,4 persen pada tahun 1999 menjadi 16 persen pada tahun 2005.Data tersebut masih dipakai dengan alasan BPS belum mengeluarkan data terbaru per tahun 2006.Data kemiskinan yang dipakai SBY ini dikecam sejumlah ekonom, karena angka tersebut merupakan data lama dan sudah kadaluwarsa. Data SBY seolah-olah ingin menunjukkan pemerintah berhasil mengatasi kemiskinan.Para ekonom menyebutkan, angka kemiskinan justru mengalami kenaikan, yaitu 16 persen per Februari 2005 menjadi 18,7 persen per Juli 2005 sampai 22 persen per Maret 2006.Anggota DPR Ramson Siagian dari PDIP juga menilai, SBY tidak pantas menggunakan data tahun 1999 karena dirinya baru menjadi Presiden tahun 2004.Sementara pada Kamis kemarin (31/8/2006), pemerintah mencanangkan Program Pengembangan Kecamatan dan Program Penanggulangan Kemiskinan di Perkotaan menjadi Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat atau PNPM. Pemerintah menargetkan penurunan tingkat kemiskinan dari 16 persen di tahun 2005 menjadi 8,2 persen terhadap jumlah penduduk di tahun 2009.
(ir/)











































