Gajah Liar di Pekanbaru Sukses Naik Truk

Gajah Liar di Pekanbaru Sukses Naik Truk

- detikNews
Jumat, 01 Sep 2006 08:54 WIB
Pekanbaru - Hore!! Teriak warga Kelurahan Rejo Sari, Tenayan Raya, Pekanbaru, ketika gajah liar yang menghebohkan berhasil naik ke atas truk puso. 2 Gajah itu akan dibawa ke Pusat Pelatihan Gajah Tahura Riau.Gajah pertama yang sukses naik ke truk adalah gajah jantan berusia sekitar 25 tahun. Semalaman hewan raksasa ini diikat dengan rantai di bawah pohon jengkol, padahal obat bius telah ditembakkan ke tubuhnya sejak Kamis 31 Agustus kemarin pukul 18.00 WIB.Akibat hujan deras yang mengguyur Pekanbaru semalam, evakuasi terhambat, sehingga baru dilanjutkan Jumat (1/9/2006) sekitar pukul 08.00 WIB.Gajah liar itu naik ke truk dengan bantuan 2 gajah jinak yang sebelumnya membantu Tim BKSDA menembakkan peluru bius. Gajah jinak jantan menarik rantai leher si gajah liar yang masih linglung akibat bius. Sedangkan gajah betina menyorong dari belakang.Pohon jengkol dengan truk yang berjarak 300 meter pun berhasil dilalui dengan baik. Setelah gajah liar jantan naik ke truk, giliran gajah anakan berusia 8 tahun yang digiring.Ratusan warga turut menyaksikan dan menggiring gajah itu. Bahkan anak-anak sekolah juga ikut menonton, padahal bel masuk sudah berbunyi. Orang tua tidak bisa mencegah, karena peristiwa gajah masuk kota ini jarang terjadi.Menurut staf BKSDA Riau Ali Natsir Siregar, gajah liar itu akan diberi waktu 2 hari untuk tinggal dan mendapatkan perawatan di Pusat Pelatihan Gajah Tahura. Selanjutnya, setelah berkoordinasi dengan WWF, hewan berhidung panjang itu akan dibawa ke Taman Nasional Tesso nilo di Kabupaten Indragiri Hulu, yang jaraknya 150 km dari Pekanbaru."Ini peristiwa langka, di mana anakan mengikuti gajah jantan. Biasanya anakan itu mengikuti induknya," ujar Ali kepada detikcom.Dia menduga hal langka ini mungkin terjadi karena 2 hal. Pertama, karena terjadi konflik dengan manusia sehingga gajah terpisah dari kelompoknya. Kedua, gajah terpisah dari kelompoknya karena habitat mereka terbakar, sebab saat ini terjadi pembakaran lahan besar-besaran di beberapa kawasan hutan di Riau."Selama saya bertugas lebih dari 25 tahun, baru kali ini menemui gajah anakan yang pergi bersama gajah jantan," imbuh Ali.Awalnya, kedua gajah liar itu ditemukan Kamis 31 Agustus kemarin saat adzan subuh baru saja berkumandang. Yang melihat pertama kali adalah satpam ruko di Jl Perkutut, Pekanbaru, bernama Leo Fao.Saat itu, Leo sedang jaga malam. Menyadari ada sosok raksasa berbelalai, pria paruh baya itu pun berteriak minta tolong sambil lari terbirit-birit. Sejumlah warga pun bangun. Karena mengira ada maling, mereka keluar rumah dengan menghunus parang.Namun ketegangan berubah menjadi tawa, ketika warga tahu yang dikira maling adalah 2 ekor gajah. Mereka pun berganti senjata. Puluhan kentongan ditabuh. Gajah yang semula berkeliaran di halaman rumah warga merapat ke semak-semak di belakang rumah penduduk. (nvt/)


Berita Terkait