Mengais Rezeki di Kolam Lumpur Lapindo
Jumat, 01 Sep 2006 06:04 WIB
Sidoarjo - Masih ada rezeki di dalam lumpur. Seperti halnya di Desa Jatirejo, warga Dusun Babadan, Desa Besuki, Kecamatan Jabon, Sidoarjo, Jawa Timur sibuk mendulang rezeki meski kampungnya terancam luapan air lumpur.Lahan perkebunan tebu di desa itu telah terendam lumpur hingga 5 meter. Akibatnya terbentuklah danau lumpur, lengkap dengan 'hiasan' barang loak dari pabrik yang terendam. Ribuan botol kaca berbagai ukuran tampak mengapung. Di antaranya ada sejumlah botol yang masih berisi minuman keras. Rupanya botol-botol itu berasal dari pabrik miras di Desa Siring.Demi rezeki itu, warga Besuki secara bergerombol nekat menceburkan diri ke dalam lumpur dengan perahu atau pun ban dalam kendaraan bermotor. Perahu itu ditarik dengan seutas tali.Dalam sehari, mereka mampu menghasilkan uang sebesar Rp 1,08 juta dari sekitar 2.500 botol. Diakui Tyas, warga RT 1/ RW 2 Babadan, mencari botol adalah alternatif pemasukan setelah lahan pertanian rusak terkena lumpur. "Tidak ada pilihan lain, jadi ya kita mencari botol," ujar dia.Dari pantauan detikcom, Babadan adalah kolam penampungan terkotor. Maklum, ada satu truk tronton tenggelam. Selain itu satu mobil Toyota Kijang, Toyota pick-up, dan truk diesel juga kelelep. Semua itu adalah harta benda milik pabrik yang ada di Desa Siring.
(nvt/)











































