Dicopot Jabatannya, Usamah Bakal Tuntut DPP PD

Dicopot Jabatannya, Usamah Bakal Tuntut DPP PD

- detikNews
Jumat, 01 Sep 2006 04:17 WIB
Jakarta - Karena dianggap membangkang terhadap kebijakan partai, Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Banten Usamah Hisyam akhirnya dicopot dari jabatannya. Merasa keberatan, Usamah akan menempuh jalur hukum untuk menutut DPP PD."Kabarnya sudah (dicopo). SK-nya lagi diambil sekretaris saya. Sebelumnya sudah diumumkan Sekjen Marzuki Alie. SK tertanggal hari ini," ujar Usamah saat dihubungi detikcom, Kamis (31/8/2006) malam.Usamah menjelaskan, pencopotannya dikarenakan dia menolak keputusan DPP yang mencalonkan Irsyad Djuwaeni, kader Partai Golkar, sebagai cagub andalan PD di Banten. Sementara Usamah merasa layak sebagai cagub, setelah melewati penjaringan di internal partai."Kalau karena menolak Irsyad, teman-teman ini menuntut hasil keputusan Musda dan Muscab di 6 kabupaten dan kota yang minta saya jadi gubernur. Waktu itu PKS juga sudah mengusung saya, pada tanggal 6 juli, tapi DPP PD tidak merekomendasikan saya sampai tiba deadline PKS 31 Juli," terang mantan kader PPP ini.Selain itu, Usamah yakin pencopotannya berkaitan dengan insiden di Kantor DPP PD beberapa waktu lalu, di mana 50-an kader PD Banten menginginkan dialog dengan Ketum PD Hadi Utomo.Namun saat itu Hadi Utomo menolak berdialog, sampai akhirnya terlontar kata "pengecut" dari para kader Banten tersebut."50 Orang niatnya mau dialog. Tapi karena Pak Hadi tidak mau menemui, lalu diteriakkan kata 'pengecut' ke Pak Hadi. Tapi saya kan nggak ikut, saya sedang sakit. Saat itu tidak ada kekerasan," bebernya.Atas keputusan DPP ini, Usamah akan menempuh jalur hukum. Sebab keputusan itu dinilai dia inkonstitusional. "Saya terpilih lewat Musda, tidak ada alasan yang jelas atas pencopotan ini," tandasnya.Selain itu, Usamah juga mendesak KPUD Banten menolak pencalonan pasangan cagub dan cawagub dari PD karena saat ini ada kepengurusan ganda dalam tubuh DPD."Saya yakin di balik semua ini ada kepentingan sesaat. Saya tidak mengatakan itu uang, tapi sangat pragmatis dengan mencalonkan kader partai lain dan menghancurkan kader sendiri," urai dia. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads