Adik Anggota DPR Dikerjai Perampok Taksi

Adik Anggota DPR Dikerjai Perampok Taksi

- detikNews
Kamis, 31 Agu 2006 20:40 WIB
Jakarta - Waspadalah bagi Anda para pengguna taksi. Jangan sembarangan memilih taksi. Bisa-bisa Anda menjadi mangsa komplotan perampok di taksi.Seperti kejadian yang dialami Nurjanah (31), yang merupakan adik anggota Komisi IX DPR dari FPDIP, Nursuhud. Nasib naas ini dialaminya pada Rabu 30 Agustus kemarin. Sore itu Nurjanah berencana pergi ke Plaza Indonesia di kawasan Bundaran HI.Sekitar pukul 17.45 WIB, dari tempat tinggalnya di Jl Kemang Raya, Nurjanah menghentikan sebuah taksi berwarna biru muda. Sekilas taksi itu mirip dengan salah satu taksi terkenal di Jakarta."Ternyata nama taksi itu Concord. Karena sudah menyetop terpaksa saya naik," tutur Nurjanah saat melapor ke bagian Sentra Pelayanan Masyarakat (SPK) Polda Metro Jaya, Jakarta, Kamis (31/8/2006).Awalnya Nurjanah yang juga aktif di LSM Church World Service tidak merasa curiga. Tapi kemudian dia merasa heran ketika taksi itu berbelok ke arah Kebon Kacang dan berhenti di suatu tempat yang tidak dikenalnya."Si sopir katanya mau melepas sepatu. Tapi tiba-tiba dua orang lelaki masuk dari pintu depan dan belakang dengan menodongkan obeng," kisahnya.Di bawah ancaman, Nurjanah terpaksa merelakan telepon genggam Sony Ericsson T608i, cincin 3 gram, dan kamera digital merek Nikon, berikut 3 ATM BRI, Danamon, dan BCA miliknya dibawa kabur."Saya diancam akan diperkosa kalau tidak menyebutkan nomor pin ATM. Terpaksa saya sebutkan," imbuh dia.Setelah nomor pin ditulis di selembar kertas, taksi kemudian melanjutkan perjalanannya dan berhenti di Jl Gadjah Mada. Salah seorang perampok kemudian turun dan mengambil uang dari ATM.Sambil menunggu rekannya, taksi berputar-putar di daerah Jakarta Utara. Seorang perampok lantas memberi kabar kepada temannya melalui telepon genggam."Saat itu saya disuruh mengaku hanya memiliki 2 ATM saja. Rupanya mereka ingin menipu bosnya," ujar Nurjanah.Setelah berputar-putar selama 3 jam dan argo menunjukkan Rp 90.000, sopir kemudian mematikan argo. Nurjanah diturunkan di daerah Pademangan Jakarta utara."Saya merasa tertekan dan langsung pulang ke rumah kakak saya di kompleks DPR Kalibata," kata Nurjanah.Atas saran kakaknya, didampingi seorang kerabatnya, akhirnya Nurjanah memberanikan diri melaporkan kejadian yang menimpanya ke Polda Metro Jaya. (nvt/)



Berita Terkait

 

 

 

 

 

 

 

 


Hide Ads