Usamah Tawarkan Wahidin Cagub Banten, DPP PD Tetap Menolak
Kamis, 31 Agu 2006 16:16 WIB
Jakarta -
Spanduk-spanduk Usamah Hisyam sebagai calon gubernur (cagub) Banten 2007-2012 sudah bertebaran. Namun, Ketua DPD Partai Demokrat (PD) Banten ini malah dijegal DPP PD. Bahkan, kini Usamah terancam diturunkan dari ketua DPP PD Banten. Untuk mengendurkan urat ketegangan dengan DPP, Usamah menawarkan Wahidin Halim sebagai cagub, sementara dirinya menjadi cawagub. Tapi, usulan ini tetap ditolak DPP. Usamah saat dihubungi detikcom, Kamis (31/8/2006) mengakui adanya ketegangan antara DPP PD dengan DPD PD Banten yang dipimpinnya itu. "Saya akan dipecat oleh DPP, karena calon yang diusung DPD PD Banten berbeda dengan calon yang diusung DPP. Padahal Musda DPD Banten sudah memutuskan saya sebagai calon gubernur," kata Usamah. Menurut Usamah, Musda DPD Banten diikuti oleh semua DPC PD se-Banten. Dengan demikian, Usamah seharusnya sudah terpilih sebagai calon gubernur yang berlegitimasi cukup kuat. Tapi, DPP PD malah mempersoalkannya. Usamah menjelaskan, DPP PD malah lebih mengusung Irsyad Djuwaeli, Ketua Umum Mathlaul Anwar yang notabene adalah kader Partai Golkar. "Pengajuan nama dia (Irsyad Djuwaeli-Red) tanpa alasan yang bisa diterima pengurus daerah dan cabang, karena kita maunya menang, bukan kalah. Kita yakin kalau nama itu yang dicalonkan, akan kalah," ujar mantan politisi PPP ini.Karena itulah, sebagai bahan kompromi, DPD PD Banten mengendapkan nama Usamah Hisyam dan Irsyad Djuwaeli sebagai cagub dan mengajukan nama Wahidin Halim sebagai cagub Banten. Wahidin Halim merupakan Walikota Tangerang saat ini. "Kami mengajukan Wahidin sebagai cagub dan saya sebagai cawagub," ujar Usamah. Namun, kata dia, usulan DPD PD Banten ini tetap ditolak DPP. Bahkan DPP PD yang dipimpin Hadi Utomo menganggap Usamah mbalelo, tidak taat terhadap instruksi DPP PD. "Saya dianggap mbalelo. Dan saat ini, saya dengar DPP sudah menyiapkan caretaker kepengurusan DPP PD Banten. DPP ini tidak paham Banten, tapi menganggap mereka lebih tahu Banten. Kita orang Banten yang lebih tahu siapa calon yang layak," ujar Usamah. Usamah paham apa yang dilakukannya ini bertentangan dengan DPP. "Ya ini memang berlawanan dan saya dituduh sebagai pembangkang, sehingga saya akan dipecat dan akan dibuat caretaker," tegas Usamah. Usamah mengaku, dua hari terakhir ini, oknum-oknum DPP telah bergerilya di Banten bersama dengan sejumlah pengurus yang bertentangan dengan dirinya untuk mengumpulkan tanda tangan mosi tidak percaya. "Ini sudah zalim, sangat kejam, karena mereka lakukan ancaman-ancaman kepada pengurus yang tidak mau tanda tangan. Ini tindakan tidak benar, dan tekanan dari DPP luar biasa," ujar penulis biografi SBY ini.
(asy/)










































