Kuntoro Sangkal KKN Pilih Holcim
Kamis, 31 Agu 2006 15:56 WIB
Jakarta - Ketua BRR Aceh dan Nias, Kuntoro Mangkusubroto, membantah ada kepentingan pribadi atas penunjukan PT Holcim Indonesia terkait posisinya sebagai anggota komisaris di perusahan semen itu.Penunjukan PT Holcim Indonesia sebagai satu-satunya pemusnah obat kadaluwarsa di Aceh dan Nias dengan cara pembakaran, lebih didasarkan pertimbangan teknis dan kepraktisan di lapangan semata."Dan satu-satunya pabrik semen yang punya izin itu (bakar obat) adalah Holcim," kata Ketua BRR Kuntoro usai menghadap Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta, Kamis (31/8/2006).Kedatangan Kuntoro siang ini guna memenuhi panggilan Wapres yang meminta klarifikasi laporan ICW mengenai dugaan penyimpangan prosedur pengadaan barang dan jasa. Praktek itu diduga kuat mengandung unsur KKN dan berpotensi menimbulkan kerugikan pada negara.Kuntoro menjelaskan, timbunan obat kadaluawarsa di Aceh mencapai tiga ribu ton dan di Nias 200 ton. Bila tidak segera dimusnahkan, ditakutkan obat itu akan masuk ke pasaran yang meracuni warga yang mengkonsumsinya.Cara pemusnahannya sendiri ada dua, yaitu pembakaran dan ditanam dalam tanah. Metode tanam dinilai tidak cocok, karena wilayah Aceh tergolong rawan gempa. Bila suatu saat terjadi gempa, maka obat-obatan itu akan meresap ke dalam tanah dan meracuni warga lewat tanaman yang yang menyerapnya.Akhirnya dipilih pembakaran. Tetapi membakar obat yang masih terbungkus kapsul dan botol amat sulit. Dibutuhkan tungku pembakaran dengan kemampuan tinggi seperti yang dimiliki perusahaan semen. Dan kebetulan dari semua peserta tender, hanya PT Holcim yang mempunyai kualifikasi dan pengalaman dalam pemusnahan obat.
(nrl/)











































