Pameran Miniatur Perahu Kuno Bikin Kagum Menhub
Kamis, 31 Agu 2006 15:43 WIB
Jakarta - Puluhan miniatur perahu kuno dari zaman Sriwijaya, Majapahit, hingga yang paling gres, mulai 31 Agustus hingga 10 November 2006 dipamerkan di Museum Bahari, Jalan Pasar Ikan, Jakarta Utara.Meski hanya berupa miniatur, terasa sekali semangat bahari dan kesan historis yang tertangkap. Hal ini diperkuat suasana gedung yang dibangun pada 1774, sehingga menambah klasik suasana yang terbangun.Perasaan kagum dirasakan rombongan wartawan dan Menteri Perhubungan Hatta Rajasa saat membuka pameran. "Ini suatu bentuk penghargaan, improve nilai-nilai yang terkandung dalam perjalanan sejarah yang tergabung dalam globalisasi ke depan," kata Hatta saat meresmikan pembukaan pameran, Kamis (31/8/2006).Berbagai kapal dari era Sriwijaya yang hanya dikenal dalam relief Borobudur dan berfungsi sebagai kapal niaga, termanifestasi dalam karya tiga dimensi. Selain itu ada juga kapal dagang yang melegenda, yakni Phinisi."Perahu ini dibuat dan digunakan untuk menghadapi persaingan dagang dengan perahu Portugis, Spanyol dan Belanda waktu itu," kata salah satu petugas museum.Berbeda dengan miniatur lainnya, perahu asal Papua ditampilkan dalam ukuran normal. Perahu sepanjang 15 meter itu dinamakan Cadik Karere dan mampu menampung hingga 50 orang. Kapal ini dibuat dengan menggunakan satu pohon besar, yakni pohon Saiba. Kapal ini biasanya dipakai untuk nelayan atau angkutan laut, terkadang untuk mas kawin.Sayang pameran ini sepertinya masih kurang promosi. Hingga siang hari belum terlihat pengunjung umum melongok miniatur kapal-kapal tua ini. Selain itu, interior juga gelap dan kurang didukung lighting tampilan display. Namun pihak penyelenggara kurang sependapat dengan hal itu. "Pak Menteri yang membuka saja sudah merupakan bentuk animo masyarakat bagi pameran ini," kata Kepala Dinas Kebudayaan dan Permuseuman DKI Jakarta Aurora Tambunan.
(umi/)











































