Wapres Panggil Ketua BRR
Kamis, 31 Agu 2006 15:16 WIB
Jakarta - Menghindari blunder seperti yang menimpa KPU, Badan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (BRR) Aceh dan Nias berjanji mengkaji lebih mendalam praktek penunjukan langsung perusahaan pemasok logistik dan inventaris."Kita tidak mengabaikan dan mengesampaingkan (laporan ICW). Tapi kita tindak lanjuti dengan melakukan kajian-kajian yang lebih mendalam lagi dasarnya apa kok sampai terjadi penunjukan langsung," kata Ketua BRR Kuntoro Mangkusubroto usai menghadap Wapres Jusuf Kalla di Kantor Wapres, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat, Kamis (31/8/2006).Kedatangan Kuntoro siang ini guna memenuhi panggilan Wapres yang meminta mengenai laporan ICW mengenai dugaan penyimpangan prosedur pengadaan barang dan jasa yang berlangsung pada sepanjang tahun lalu. Praktek tersebut diduga kuat mengandung unsur KKN dan berpotensi menimbulkan kerugian pada negara.Kuntoro mengakui jajarannya pada 2005 pernah tidak melakukan tender pengadaan barang dan jasa untuk memenuhi perangkat kerja lembaga mereka. Melainkanpenunjukan langsung dan pemilihan langsung perusahaan pemasok.Namun menurutnya praktek demikian belum bisa disebut sebagai penyimpangan, karena dilakukan dalam suasana mendesak dan keterbasatasan. Ketika itu tender sangat tidak mungkin bila dilakukan. Sebab prosesnya makan waktu 59 hari, sedangkan perabotan kantor dan komputer sudah sangat dibutuhkan.Kepada Wapres, ia melaporkan pimpinan BRR telah mengumpulkan ulang semua dokumen pengadaan barang yang sekarang jadi masalah dan memeriksa sejumlah staf yang terlibat di dalamnya. Hasilnya sejauh ini tidak ada tanda-tanda mengenai korupsi."Yang ada mungkin penyimpangan atau ingin mempercepat prosedur atas nama kecepatan dan kedaruratan sehingga ada (prosedur) yang terlewati yang kemudian menyerempet ke persoalan itu (KKN). Kita tahu 2005 tidak punya perabot di kantor yang lama, tiba-tiba perlu mengadakan perabot, komputer, yang seperti ini bisa kita pahami," papar Kuntoro panjang lebar sambil berpikir keras memilih kata-kata yang tepat.Mengenai tanggapan atau komentar Wapres atas laporannya di atas, Kuntoro tidak bersedia menjawab detail. Ia hanya mengatakan bahwa Wapres dapat menerima semua yang dipaparkan dengan baik. "Pembicaraan hanya berdua dan kita dalam suasana sangat sanatai. Secara garis besar beliau bisa terima pandangan-pandangan dan memberikan arahan-arahan yang sifatnya umum saja," katanya.
(nrl/)











































