Hasil Otopsi: Bocah Ardhian Bukan Bunuh Diri, Tapi Dibunuh

Hasil Otopsi: Bocah Ardhian Bukan Bunuh Diri, Tapi Dibunuh

- detikNews
Kamis, 31 Agu 2006 14:34 WIB
Makassar - Terjawab sudah teka-teki penyebab kematian Ardhian (9), bocah kelas empat SD. Dari hasil otopsi yang dilakukan tim dokter, menunjukkan penyebab kematian Ardhian yang selama ini disangkakan bunuh diri, ternyata meleset. Dari tanda-tanda di tubuh, Ardhian mati dibunuh. Dari hasil otopsi yang diterima pihak kepolisian di Polresta Makassar Timur, Ardhian tewas karena adanya tekanan pada lehernya. Hal ini disampaikan oleh Kepala Satreskrim Polresta Makassar Timur, AKP Muhammad Yadin, ketika ditemui di Mapolresta Makassar Timur, Jl Andi Pettarani, Makassar, Kamis (31/8/2006). "Dari hasil otopsi Ardhian, menunjukkan bahwa ia dibunuh," tegasnya. Hasil otopsi Ian terangkum dalam 12 poin, sebanyak dua belas halaman. Dalam salah satu poin dituliskan bahwa sejumlah luka dan memar didapati pada sejumlah bagian. Rinciannya, di bagian kepala belakang dan leher mengalami luka memar, luka di bawah rahang, dagu, dada, dan lengan siku. Khusus luka pada leher disebabkan oleh tekanan yang sangat kuat. Dari sejumlah luka, polisi menyimpulkan bahwa ada perlawanan sebelum ia dibunuh. "Banyak bukti yang menunjukkan itu," tuturnya. Dengan adanya hasil otopsi ini, berarti kian melengkapi berkas acara pemeriksaan (BAP) untuk segera diajukan ke kejaksaan. Namun, aparat kepolisian masih bermaksud untuk menggali keterangan dari saksi-saksi tambahan. Salah satunya, imam masjid yang tinggal di dekat rumah Hein Kaluku (46), ayah Ardhian, yang jadi tersangka. Kejadian ini terjadi pada awal Agusutus lalu, Ardhian ditemukan tewas dan diduga bunhu diri di halaman rumahnya. Namun, sejak awal, polisi menemukan kejanggalan. Salah satunya tiang gantungan yang terlalu dekat dan posisi ikatan tali yang berada pada posisi dagu. Padahal lazimnya korban bunuh diri posisi tali pada bagian tengkuk. Hingga kini, sangkaan polisi ditujukan pada Hein Kaluku. Motif pembunuhan yang dilakukan Hein diduga karena emosinya yang sering meletup-letup. (nrl/)


Berita Terkait