Dihantui Rasa Bersalah, Aipda Saudin Jalani Terapi Kejiwaan
Kamis, 31 Agu 2006 13:00 WIB
Jakarta - Kondisi kejiwaan yang labil dan emosional disertai rasa bersalah karena menembak istrinya, Kapten CAJ Hadiana Siringoringo, membuat tim dokter RS Polri Kramatjati melakukan terapi kejiwaan terhadap Aipda Saudin Detabaraja."Pasien masih sering merasa bersalah karena melakukan penembakan terhadap istrinya, kalau bicara kadang-kadang ngelantur," jelas Kepala Departemen Pelayanan Medis RS Polri Soekanto, Kramatjati, dr Agus Prayitno, ketika ditemui detikcom di ruang kerjanya, Kamis (31/8/2006).Ditambahkan Agus, sejak Rabu kemarin Saudin sudah dapat berkomunikasi meski sangat terbatas. Selang bantu untuk makanan pun sudah dicabut."Kondisi pasien Saudin sudah stabil dalam arti kondisi vitalnya baik. Tidak ada pendarahan lagi, bahkan hari ini sudah bisa makan bubur cair," ujar Agus.Di hari ketiga usai kejadian tragis tersebut, otak Saudin yang sempat mengalami pendarahan hebat sudah membaik. "Otak dan syarafnya tidak ada lagi yang terganggu. Dia sudah bisa berkomunikasi dan mendengar meskipun tidak lama," kata Agus.Mengenai berapa lama waktu yang dibutuhkan untuk terapi kejiwaan, Agus yang juga ketua tim dokter yang terdiri dari para ahli bedah mata, ahli THT, ahli jiwa dan anestesi yang merawat Saudin, tidak bisa memastikannya. "Bisa sehari, seminggu, atau sebulan. Tidak bisa dipastikan kalau terapi kejiwaan," ujarnya.Sedangkan untuk biaya perawatan, Agus mengungkapkan semuanya ditanggung oleh Mabes Polri karena Saudin masih tercatat sebagai anggota Polri.
(bal/)











































